Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Bulukumba

Kopel Bulukumba Kritik DPRD Tunda Rapat Mitra Komisi

badge-check

					Direktur Kopel Bulukumba Muhammad Jafar Perbesar

Direktur Kopel Bulukumba Muhammad Jafar

BERITA.NEWS, Bulukumba – Rapat komisi DPRD Bulukumba harus tertunda karena adanya perseteruan antara ketua Komisi D, Muh Bakti dengan anggota TAPD, Awal Nurhadi karena kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh legislator Gerindra itu beberapa pekan lalu.

Padahal saat ini di DPRD masih berjalan agenda mitra komisi untuk persiapan Bamus KUA PPAS Perubahan dan Pokok pekan depan. Agenda ini pun diskorsing untuk waktu yang belum ditentukan.

“Saat ini masih berjalan agenda mitra komisi. Agenda komisi D sementara skorsing sambil pimpinan komisi dan pimpinan DPRD mengatur jadwal kembali,” ujarnya.

Hal itu pun diakui oleh Ketua DPRD Bulukumba, H Rijal. Hanya, ia mengungkap jika pembahasan KUA PPAS akan berjalan sesuai jadwal yang telah disusun.

“Memang saya yang meminta untuk discorsing sementara, benar di Komisi D rapat evaluasi itu tertunda, kita mau cairkan dulu suasana sebelum dilanjutkan,” bebernya.

Penundaan tersebut mendapat reaksi keras dari Komisi Pemantau Legislatif (KOPEL) Bulukumba yang menyayangkan perseteruan pribadi dibawa ke lembaga besar, eksekutif dan legislatif. Seharusnya penindaan itu tidak perlu terjadi jika seandainya mereka masing-masing saling memahami tugas dan fungsi mereka.

“Peristiwa kemarin harusnya tidak menjadi alasan penundaan agenda di Komisi D. Karena dengan penundaan itu pasti akan berimbas pada tertundanya agenda kerakyatan lainnya seperti APBD Perubahan dan bahkan akan berimbas pada APBD 2021,” ujar Muhammad Jafar, Direktur Kopel Bulukumba, Kamis (17/9/2020).

“Tentu kita sangat menyayangkan apa yang terjadi kemarin antara ketua Komisi D dengan tim TAPD. Hal ini seharusnya tidak perlu terjadi jika seandainya mereka masing-masing saling memahami tugas dan fungsi mereka,” tambah Jafar.

Menurut Jafar, karena dengan penundaan itu pasti akan berimbas pada tertundanya agenda kerakyatan lainnya seperti APBD Perubahan dan bahkan akan berimbas pada APBD 2021.

. IL

Loading

Comments

Baca Lainnya

BKAD Turun Tangan! Kendaraan Dinas OPD Pemkab Bulukumba Disisir, Ada yang Hilang?

13 April 2026 - 18:02 WITA

kendaraan-dinas

Sertijab Polres Bulukumba Digelar, 10 Perwira Polres Bulukumba Resmi Berganti

13 April 2026 - 17:47 WITA

sertijab

Eksekusi Dramatis di Ujung Loe Bulukumba, Rumah Dibongkar Pakai Ekskavator

8 April 2026 - 20:33 WITA

sengketa-lahan

Resmi Berlaku! Cara Baru Urus KTP di Bulukumba Bikin Warga Tak Perlu Antre Pagi-Pagi

7 April 2026 - 22:14 WITA

ktp

Gabungan TNI-Polri Geledah Lapas Bulukumba, Sejumlah Barang Terlarang Disita

7 April 2026 - 16:03 WITA

razia
Trending di Bulukumba