Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Kelompok Tani Desa Campagaya Galesong Dapat Bimbingan Diversifikasi Teknologi dari Dosen UNM

badge-check

					Kelompok Tani Desa Campagaya Galesong Dapat Bimbingan Diversifikasi Teknologi dari Dosen UNM Perbesar

BERITA.NEWS – Tiga dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Campagaya, Galesong, Takalar, pekan lalu. Ketiga dosen tersebut adalah Jumadin, Wabdillah, dan Riska Iva Riana.

Dalam program pemberdayaan ini, mereka menyasar kelompok petani jagung perbukitan yang selama ini menghadapi kendala dalam proses pemipilan jagung. Ketua pengabdian, Jumadin, menyampaikan bahwa untuk mengatasi permasalahan masyarakat, diperlukan diversifikasi teknologi yang tepat bagi kelompok sasaran.

“Permasalahan mitra pada proses pemipilan membuat kami terpanggil untuk memberdayakan mereka dengan memberikan diversifikasi teknologi berupa mesin pemipil jagung. Kami berharap teknologi ini dapat membantu masyarakat menghemat tenaga dan waktu, serta meningkatkan pendapatan mereka,” kata Jumadin, didampingi Wabdillah di lokasi pengabdian.

Selain mesin pemipil jagung, tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini juga melatih masyarakat memanfaatkan limbah tongkol jagung. “Selain mesin pemipil, kami berharap mitra juga dapat mengolah tongkol jagung menjadi briket,” tambah Jumadin, yang juga merupakan Ketua Program Studi Mesin Otomotif FT UNM.

Baca Juga :  HBP ke-62, Rutan Masamba Perkuat Komitmen Pelayanan Prima

Masyarakat Desa Campagaya menyambut baik kehadiran tim PKM UNM. “Kami sangat bersyukur dibantu dengan teknologi mesin pemipil jagung dan pengolahan limbahnya menjadi briket. Kami akhirnya memiliki pengetahuan tentang cara penggunaannya. Ini sangat membantu tenaga kami,” ujar Ketua Kelompok Tani, Syarifuddin Daeng Nyampa.

Ia berharap program serupa dapat terus hadir di masa mendatang untuk mengatasi masalah lain. “Kalau memungkinkan tahun depan, kami berharap dapat dibantu lagi dengan teknologi lain,” tambah Jalil, anggota kelompok tani lainnya.

Kegiatan PKM dosen UNM ini merupakan program yang didanai tahun 2025 oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kemendiktisaintek.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Pengamanan May Day Diperketat, Polres Maros Siapkan Ini

29 April 2026 - 09:32 WITA

HBP ke-62, Rutan Masamba Perkuat Komitmen Pelayanan Prima

27 April 2026 - 17:57 WITA

Gerobak Usaha Hasil Pembinaan Ramaikan HBP ke-62 di Rutan Barru

27 April 2026 - 17:40 WITA

Sipropam Polres Maros Ingatkan Personel Bijak Bermedsos

27 April 2026 - 10:10 WITA

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Trending di Daerah