BERITA.NEWS, Makassar – Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel Gunawan Palaguna membantah tudingan soal markup anggaran yang diduga ada penyalahgunaan. Pada program pemetaan nikel di Luwu timur.
Dugaan tersebut, berawal dari hasil pemeriksaan salah satu pejabatnya yaitu Kepala bidan geologi dan air tanah dinas ESDM Sulsel, Selle Hafid yang mengaku menolak tandatangani dokumen pencairan anggaran tersebut karena merasa tidak dilibatkan.

Tidak hanya itu, dihadapan Pansus Hak Angket, Selle Hafid menyebut markup anggaran tersebut terjadi pada program pemetaan potensi nikel Luwu Timur yang di swakelolakan dengan Unhas memakan anggaran capai Rp 1 Miliar lebih. Diduga sebagai program titipan.
Meski begitu, secara tegas Gunawan bantah tudingan tersebut. Dikatakan semua prosedur program dan penambahan anggaran sudah sesuai aturan yang ada dan diketahui oleh DPRD sendiri pada saat APBD perubahan.
“Apa yang salah ini sudah sesuai aturan. Soal kajian pemetaan nikel itu memang itu mahal, tidak sembarang itu. Rp 100 juta sedikit sekali itu,” ucapnya saat ditemui di kantor Gubernur Sulsel. Kamis (8/8/2019).
selanjutnya, Gunawan mengatakan semua hasil survei itu tidak sekedar asal dikejarkan. semua hasil bukti kajian tersebut ada di Universitas Hasanuddin (Unhas).
“Silahkan di cek saja di Unhas. kajiannya Unhas punya. Kalaupun anggaran program tersebut tidak di cairkan kita juga bisa di tuntut itu kita di ultimatum,” paparnya.
- KH
![]()





























