BERITA.NEWS, Sinjai — Kepala Desa Tompobulu, Asri A., membenarkan kondisi warganya, Puang Conni dan keluarganya, yang viral setelah menuliskan surat permohonan pinjaman beras karena kelaparan di Dusun Balle, Kecamatan Bulupoddo.
Asri menjelaskan, Puang Conni sudah lebih dari 10 tahun tidak bekerja karena mengalami gangguan mental. Ia hidup bersama istrinya, Ibu Kiki, serta empat orang anak dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas.

Terkait bantuan sosial, Kepala Desa menegaskan bahwa keluarga tersebut sebelumnya pernah menerima Program Keluarga Harapan (PKH), namun kini tidak lagi terdaftar dan saat ini tercatat sebagai penerima BLT Kesra.
Asri juga meluruskan alasan keluarga tersebut tidak masuk sebagai penerima bantuan dari Dana Desa. Menurutnya, hal itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Penerima bantuan tidak boleh dobel. Puang Conni sudah menerima BLT Kesra, sehingga tidak bisa lagi masuk sebagai penerima bantuan Dana Desa,” jelas Asri saat dikonfirmasi. Selasa (13/1/2026).
Meski demikian, Asri mengaku langsung bergerak setelah persoalan itu mencuat ke publik. Ia mengunjungi rumah Puang Conni dan menyalurkan bantuan paket sembako menggunakan dana pribadinya.
Kasus ini mencuat setelah foto secarik kertas lusuh berisi tulisan tangan Puang Conni dan istrinya viral di media sosial.
Dalam surat tersebut, mereka mengaku sudah tujuh hari tidak menyantap nasi dan terpaksa meminjam beras serta garam demi bertahan hidup.
Surat itu ditinggalkan di atas meja sebuah warung sembako di Dusun Balle.
Pemilik warung, Puang Marni, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut pasangan itu datang sendiri pada pagi hari.
“Iyye, catatan itu benar. Mereka yang bawa sendiri pagi tadi,” ujarnya lirih, Selasa (13/1/2026).
Viralnya kisah ini memantik empati publik dan menjadi pengingat bahwa di balik data dan aturan administrasi bantuan, masih ada warga di pelosok desa yang berjuang menghadapi lapar dan sakit dalam senyap.
![]()





























