Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Jembatan Putus Akibat Longsor, Dua Desa di Pinrang Terisolir

badge-check

					Jembatan Penghubung dua Desa di Pinrang Putus. (Istimewa). Perbesar

Jembatan Penghubung dua Desa di Pinrang Putus. (Istimewa).

BERITA.NEWS, Pinramg–Sebuah jembatan gantung sepanjang 50 meter yang menghubungkan dua Desa yakni Desa Bakaru dan Desa Kariango Letta, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang terputus, Sabtu 6 Februari 2021.

Informasi yang dihimpun, jembatan gantung itu terputus disebabkan adanya longsor di sejumlah titik. Akibat dari kerusakan parah itu, akses di daerah tersebut tidak dapat dilalui sehingga membuat dua Desa terisolir.

Diketahui, jembatan itu merupakan satu satunya akses keluar masuk warga untuk menuju ke kota Kecamatan, akibat kondisi itu untuk sementra warga desa Kariango tidak bisa berbuat apa-apa.

Salah seorang pemuda Desa Kariango, Musriadi mengatakan, runtuhnya jembatan akibat hujan deras yang menyebabkan longsor di sejumlah titik termasuk di sekitar jembatan tersebut.

Baca Juga :  Intip Sosok Iptu Haryanto, Jabat Kasat Reskrim Takalar

“Kemarin intensitas hujan cukup tinggi kami menduga jembatan itu ambruk bukan hanya faktor alam, tetapi kondisi jembatan yang sudah tua ” kata Musriadi

Lebih lanjut, Musriadi yang juga Aktivis Ikatan Pelajar Mahasiswa Letta (IPMAL) mendesak pemerintah segera melakukan penanganan. Mengingat jembatan itu merupakan jalur utama yang menghubungkan antara desa.

“Ini merupakan lajur utama perekonomian warga khusus mayarakat Desa Kariango, yang setiap hari dilalui untuk memenuhi keperluan dan kebutuhan mereka,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pinrang Awaluddin yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihaknya sementara melakukan survei di lokasi untuk mengetahui seberapa besar kerusakan dari bencana itu.

“Tim sudah dilokasi mendata apa saja kerusakan jembatan itu,” singkatnya.

Diketahui, jembatan gantung tersebut terakhir direnovasi pada 2019 lalu, namun pada bagian papan saja, namun untuk tali sling jembatan belum pernah dilakukan penggantian.(June)

Loading

Comments

Baca Lainnya

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Kreativitas Tanpa Batas, Warga Binaan Rutan Barru Hasilkan Mebel dan Jasa Cuci Kendaraan

22 April 2026 - 12:27 WITA

Telkomsel Hadirkan Paket RoaMAX Haji 2026, Siap Jaga Koneksi Jamaah di Tanah Suci

22 April 2026 - 09:29 WITA

Intip Sosok Iptu Haryanto, Jabat Kasat Reskrim Takalar

21 April 2026 - 22:27 WITA

Serah terima jabatan Iptu Haryanto sebagai kasat Reskrim Polres Takalar. Foto: Ist.

Mahasiswa Gowa: Inisial BK Disebut “Biang Kerok” Persoalan Daerah

21 April 2026 - 16:13 WITA

Fahim Jenlap Poros Pemuda Berlawan (Pemula) yang melakukan unjuk rasa didepan kantor Bupati Gowa. Foto: Ist
Trending di Daerah