Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Peristiwa

Jejak di Perkebunan Alasa, Operasi Pencarian Lansia di Selayar yang Hilang Terus Diperluas

badge-check

					Tim SAR Gabungan bersama Personel Polsek Bonomatene Terus Lakukan Pencarian Lansia yang Hilang di Selayar. (Foto: Ist) Perbesar

Tim SAR Gabungan bersama Personel Polsek Bonomatene Terus Lakukan Pencarian Lansia yang Hilang di Selayar. (Foto: Ist)

BERITA.NEWS, Selayar — Waktu terus berjalan, namun jejak Abdul Wahab (70) masih belum terungkap. Lansia asal Dusun Bontorikja, Desa Tanete, Kecamatan Bontomatene, Kepulauan Selayar itu telah empat hari dinyatakan hilang, menyisakan kecemasan mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Memasuki hari keempat pencarian, upaya tak kenal lelah kembali dilakukan oleh Tim SAR gabungan.

Di bawah komando langsung Kapolsek Bontomatene, Iptu Rahmat Saleh, operasi pencarian digelar sejak pagi hari, Sabtu (31/1/2026), menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan terakhir korban.

Pencarian diawali dengan apel persiapan dan pengecekan personel.

Dalam arahannya, Kapolsek menekankan pentingnya koordinasi lintas unsur serta ketelitian dalam setiap langkah pencarian, mengingat waktu yang terus bergulir tanpa kepastian.

“Hari ini kami memimpin langsung operasi pencarian bersama Tim SAR gabungan. Koordinasi dan kehati-hatian menjadi penekanan utama agar setiap jengkal wilayah bisa disisir secara maksimal,” ujar Iptu Rahmat Saleh.

Kekuatan pencarian pada hari keempat ini diperkuat dengan tambahan personel.

Unsur Polsek Bontomatene, Basarnas Pos Selayar, petugas Binmas, serta masyarakat setempat yang mengenal medan turut bergabung.

Untuk memaksimalkan hasil, tim dibagi menjadi empat regu dengan wilayah tugas yang berbeda.

Regu pertama melakukan penyisiran intensif di wilayah Alasa, memeriksa area perkebunan dan jalur yang kerap dilalui warga.

Regu kedua bergerak di wilayah Barubasa, menyisir titik-titik yang dianggap rawan dan tersembunyi.

Regu ketiga menyusuri wilayah Tanaera dengan vegetasi yang lebih rapat, sementara regu keempat memantau dan menyisir wilayah Tubo’dong.

Sementara itu, Komandan Pos Basarnas Kepulauan Selayar, Ronaldhi mengungkapkan bahwa laporan orang hilang diterima dari keluarga korban pada Selasa malam.

“Kami menerima laporan dari anak korban pada Selasa, 27 Januari 2026 sekitar pukul 23.00 Wita. Informasi awal menyebutkan korban meninggalkan rumah pada Minggu siang menuju rumah keluarganya di Dusun Unjuruiya, namun tidak pernah tiba di lokasi,” jelasnya.

Menurut Ronaldhi, keterangan warga menyebutkan korban terakhir kali terlihat di sekitar area perkebunan Alasa, Desa Tanete.

Informasi tersebut menjadi dasar penentuan titik awal pencarian sebelum operasi diperluas ke wilayah lainnya berdasarkan laporan lanjutan masyarakat.

Hingga pencarian hari keempat berakhir, Abdul Wahab belum berhasil ditemukan. Meski demikian, harapan belum padam.

Operasi SAR dipastikan akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan tetap mengedepankan keselamatan personel serta memperkuat koordinasi antarunsur demi menemukan korban.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Api Melalap 4 Rumah di Sinjai Saat Dini Hari, Kerugian Capai Rp500 Juta

13 April 2026 - 05:33 WITA

damkar-sinjai

Diteror Usai Ungkap Dugaan Mafia BBM Subsidi, Jurnalis di Sinjai Dihadang OTK

12 April 2026 - 22:20 WITA

bbm-subsidi

Drama Kamar Kos di Selayar: Dari Rencana Perbaikan Pipa Hingga Hilangnya Emas 13 Gram

11 April 2026 - 17:16 WITA

kamar kos

Tangis Pecah Jelang Magrib, Begini Kronologi Petani di Sinjai Meninggal Usai Disambar Petir

9 April 2026 - 20:03 WITA

tersambar petir

Tragedi di Tengah Sawah, Kahar Warga Sinjai Selatan Tewas Saat Cuaca Ekstrem, Diduga Tersambar Petir

9 April 2026 - 19:44 WITA

tersambar petir
Trending di Peristiwa