Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Bola

Inilah 5 Rahasia Sukses Italia dalam Euro 2020: Dari Ciuman Keberuntungan hingga Pizza

badge-check

					Para pemain tim nasional Italia melakukan selebrasi bersama suporter yang hadir di Stadion Olimpico, Roma, Italia, selepas mengalahkan Wales dalam laga pemungkas Grup A Euro 2020 pada Minggu (20/6/2021) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/POOL/Ryan Pierse) Perbesar

Para pemain tim nasional Italia melakukan selebrasi bersama suporter yang hadir di Stadion Olimpico, Roma, Italia, selepas mengalahkan Wales dalam laga pemungkas Grup A Euro 2020 pada Minggu (20/6/2021) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/POOL/Ryan Pierse)

BERITA.NEWS, Jakarta – Italia menghadapi Austria dalam babak 16 besar EURO 2020 setelah melewati perjalanan gemilang selama fase grup.

Mereka akan ke London dengan salah satu tujuan memecahkan rekor timnas Italia pada 1930-an, 30 pertandingan tak terkalahkan.

Azzurri memenangi semua dari tiga pertandingan Grup A dengan mencetak tujuh gol, tidak kebobolan dan memainkan gaya sepak bola menyerang yang enak ditonton.

Mengapa Azzurri sedemikian perkasa? Berkata kepada laman UEFA.com, reporter tim Italia Paolo Menicucci mengungkapkan lima faktor kunci yang membuat Italia seperti itu.

1. Semua pemain dilibatkan

Mancini pernah menjadi pemain yang sama sekali tak pernah diturunkan saat Piala Dunia 1990. Dia ingin hal seperti ini tidak menimpa skuad Azzurri saat ini.

Oleh karena itu, dari 26 pemain yang dia bawa ke Euro 2020, 25 pemain di antaranya sudah dia mainkan. Hanya satu yang belum, yakni kiper Alex Meret.

Gelandang serang Federico Bernardeschi menyebut faktor ini demikian penting karena membangun kesatuan dan kekompakan, karena semua merasa dilibatkan. “Menurut saya ini fundamental dalam mencapai hasil yang benar-benar besar,” kata Bernardeschi.

2. Ciuman keberuntungan

Ingatkah Anda kepada ritual bek tengah Prancis Laurent Blanc yang mencium kepala kiper botak Fabien Barthez sebelum turun bermain? Nah, kebiasaan ini dilakukan juga oleh Azzurri, khususnya Leonardo Bonucci, terhadap asisten pelatih Mancini yang juga berkepala botak, Attilio Lombardo. Dia mendapat panggilan sayang dari para penggemarnya, “Rajawali Botak”.

Baca Juga :  Atletico Vs Arsenal Imbang, Tiket Final Ditentukan di Emirates Stadium

Dan si Rajawali Botak ini bukan sembarang asisten Mancini, karena dia juga mantan rekan satu tim Mancini sewaktu bermain dulu di Sampdoria. “Geng Sampdoria” sekarang lagi menguasai Azzurri, karena selain Lombardo ada juga Gianluca Vialli yang mengetuai delegasi Italia, dan trio Alberico Evani, Giulio Nuciari dan Fausto Salsano yang menjadi staf Mancini.

3. Maskot ciptaan peraih Oscar

Maskot Euro 2020 yang dinamai Skillzy itu adalah karya ciptaan mendiang seniman efek khusus Carlo Rambaldi yang orang Italia.

Rambaldi meraih tiga Oscar untuk karya special effect-nya dalam film King Kong (1977), Allien (1979) dan E.T. (1982).

Maskot buatan orang Italia ini memberikan keberuntungan kepada Azzurri sampai-sampai Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) Gabriele Gravina menyatakan Italia bersiap “memberikan Oscar keempat kepada Carlo” Rambaldi yang meninggal dunia pada 2012.

4. Musik yang juga karya peraih Oscar

Musisi Italia peraih tiga Oscar, Giorgio Moroder, mengarang lagu ‘Un’estate Italiana’ yang dikenal sebagai soundtrack Piala Dunia 1990 di Italia.

Nah, lagu ini belakangan sering dinyanyikan para penggemar Azzurri dan juga pemain-pemain Italia, termasuk Giorgio Chiellini, yang menjadi “sesepuh” dalam skuad Azzurri sekarang, yang saat PIala Dunia 1990 sudah berusia sembilan tahun, sedangkan 19 pemain Italia lainnya belum lahir saat itu.

5. Pizza

Bukan cuma musik yang merayakan keberhasilan Azzurri masuk fase knockout, karena ternyata pizza juga ikut merayakannya.

Setelah menang melawan Wales, mendapat kunjungan dari Ciro Oliva, pembuat pizza terkenal dari kota Naples atau Napoli yang juga kawan baik striker Lorenzo Insigne. Oliva inilah yang menyajikan pizza kepada semua pemain untuk merayakan kemenangan itu.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Atletico Vs Arsenal Imbang, Tiket Final Ditentukan di Emirates Stadium

30 April 2026 - 05:54 WITA

Semifinal Liga Champions, PSG Gasak Bayern 5-4

29 April 2026 - 07:35 WITA

Drama Panas di Old Trafford, Manchester United Raih Kemenangan Krusial

28 April 2026 - 07:30 WITA

Nerazzurri Gagal Amankan Kemenangan di Turin, Torino vs Inter 2-2

27 April 2026 - 07:27 WITA

Arsenal Tumbangkan Newcastle 1-0, Salip Manchester City di Papan Atas

26 April 2026 - 08:06 WITA

Trending di Bola