Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Ini 4 Jenderal Bintang 2 yang Berpotensi Jadi Kabareskrim

badge-check

					Neta S Pane Perbesar

Neta S Pane

BERITA.NEWS, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menyebut ada empat nama jenderal bintang dua (inspektur jenderal atau irjen) yang berpotensi mengisi jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri. Siapa saja?

Keempat jenderal itu adalah Kadiv Propam Polri Irjen Listyo Sigit, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono, Asisten bidang Operasi (Asops) Kapolri Irjen Martuani Sormin dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto.

“Keempatnya merupakan figur-figur jenderal yang memiliki prestasi masing-masing di tempat tugasnya. Meskipun memilih Kabareskrim adalah hak proregatif Kapolri, namun dalam memilih Kabareskrim yang baru, IPW berharap, Kapolri melihat beberapa aspek,” kata Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/11/2019).

Neta mengatakan ada empat aspek yang perlu diperhatikan dalam memilih sosok Kabareskrim, yaitu senioritas, cermat melihat dinamika internal, berpengalaman sebagai polisi reserse dan dekat dengan pemuka agama Islam. Terkait aspek keempat, menurut Neta, perlu sinergitas antara aparat dan ulama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Faktor kedekatan dengan ulama menjadi penting sebab ulama masih dipandang sebagai panutan oleh masyarakat di negeri ini. Situasi ini tentunya bisa bersinergi dalam menjaga stabilitas Kamtibmas. Selain itu adanya isu radikalisme dan dampak ketegangan di era Pilpres 2019 bisa diminimalisasi. Setidaknya, adanya isu kriminalisasi terhadap ulama di sepanjang Pilpres 2019 bisa dinetralisir dan dituntaskan dengan pendekatan-pendekatan kemitraan,” ujar Neta, seperti dikutip dari Detikcom.

Terakhir, Neta mengharapkan sosok Kabareskrim baru adalah yang dipastikan mampu menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) yang ditinggalkan Kapolri Jenderal Idham Azis. Sebagaimana diketahui, Idham menduduki jabatan Kabareskrim sebelum akhirnya ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggantikan Jenderal (Purn) Tito Karnavian sebagai Tribrata 1.

“IPW berharap figur senior yang menjadi Kabareskrim bisa menyelesaikan dan menuntaskan perkara yang ditinggalkan Idham Azis. Dengan demikian Kabareskrim tersebut bisa membantu tugas tugas Kapolri yang baru dalam menjaga stabilitas keamanan maupun dalam melakukan penegakan hukum,” ucap Neta.

Salah satu contoh PR yang dimaksud Neta adalah kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, yang hingga kini tak terungkap identitas pelakunya. Neta menuturkan tuntasnya kasus teror Novel akan terus menyandera citra Polri dan Kapolri.

“Yang terpenting tugas Kabareskrim yang baru harus bisa menuntaskan kasus Novel Baswedan, sehingga Polri maupun Kapolri yang baru tidak terus menerus tersandera kasus penyiraman air keras tersebut,” tandas dia.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional