BERITA.NEWS,Makassar- Bank Indonesia (BI) Sulsel mencatat 10 komoditas pendorong terjadi inflasi bulanan di angka 0,47 persen (mtm), 7 diantaranya dari harga ikan yang melambung tinggi.
Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengatakan pada Januari 2026 ini Inflasi Sulsel berada di angka 0,47 pesen (mtm), melandai dari realisasi Desember 2025 sebesar 0,49 persen (mtm).

“Dengan perkembangan tersebut, laju inflasi tahunan Sulsel tercatat sebesar 4,11 persen (yoy), yang lebih tinggi dibanding Nasional sebesar 3,55 persen (yoy),” ucapnya.
Berdasarkan catatan inflasi di 8 Kota besar di Sulsel dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) hanya Kabupaten Bulukumba yang menurun dibandingkan bulan sebelumnya.
Sedangkan inflasi di 7 daerah lainnya, yaitu, Kabupaten Sidrap, Wajo, Luwu Timur, Bone, Kota Parepare, Makassar dan Palopo meningkat dari bulan sebelumnya.
“Inflasi dipicu oleh harga emas yang tetap tinggi, sementara 7 dari 10 penyumbang utama inflasi dari tekanan harga ikan segar yang tinggi akibat cuaca yang kurang kondusif,” ucap Rizki.
Meski begitu, tekanan inflasi ini tertahan oleh komoditas pangan yang tetap terjaga seperti Cabai, Bawang Merah, Daging Ayam masih stabil.
“Kelompok Angkutan Udara turut menahan laju inflasi yang lebih tinggi, seiring dengan kebijakan diskon tarif penerbangan sejak momen Nataru dan awal Januari 2026,” ungkapnya.
![]()





























