Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Peristiwa

Hilang Sejak Tiga Hari Lalu, Pelajar SMK Parepare Ditemukan Mengapung di Pantai

badge-check

					Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Tenggelam Seorang Pelajar SMK di Parepare. (Foto: Ist) Perbesar

Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Tenggelam Seorang Pelajar SMK di Parepare. (Foto: Ist)

BERITA.NEWS, Parepare — Harapan keluarga dan warga Parepare untuk menemukan Muhammad Ikmar (17) dalam keadaan selamat akhirnya pupus. Setelah tiga hari pencarian tanpa henti, pelajar SMK tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Pantai Tonrangeng, Jalan Pinggir Laut, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Senin (12/01/2026) siang.

Jenazah Ikmar ditemukan sekitar pukul 11.07 Wita di sebuah cerukan pantai. Tubuh korban terlihat mengapung tertelungkup dan tersangkut di bebatuan, tak jauh dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam.

“Jam 11.07 WITA jenazah berhasil kita temukan di dalam cerukan pantai yang sebelah kanan dari arah sini,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Parepare, Rasdi Gery, Senin (12/1/2026).

Penemuan jasad korban bermula dari teriakan seorang warga yang melihat tubuh mengapung di sekitar pantai. Namun, informasi tersebut sempat tidak langsung direspons oleh tim SAR gabungan.

“Tadi informasi penyampaian warga itu sekitar jam 11 siang. Awalnya kita abai terhadap informasi itu, tapi karena teriakan terus dari warga, akhirnya kita bergerak menuju ke lokasi,” ungkap Rasdi.

Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah mengalami perubahan signifikan. Kulit tubuh korban tampak mengelupas dan tubuhnya membengkak akibat terlalu lama berada di air laut.

“Korban ini ditemukan dalam kondisi tertelungkup. Badannya sudah mengelupas dan agak bengkak,” jelasnya.

Korban dikenali melalui pakaian yang dikenakannya, yakni kaus berwarna biru navy dan celana pendek putih.

Rasdi juga mengungkapkan bahwa tim SAR gabungan sebenarnya telah menyisir area tersebut sejak pagi hari. Namun, jasad korban diduga baru terdampar beberapa jam kemudian.

“Sekitar jam 8 lewat, tim sisir sudah berada di lokasi ini, tapi belum ditemukan. Kami perkirakan jenazah naik ke pantai antara jam 9 sampai jam 10,” katanya.

Sementara itu, Komandan Pos Basarnas Parepare, Agus Salim, menyebut jarak penemuan korban sekitar 200 meter dari titik awal korban tenggelam.

“Informasi awal kami terima dari warga, kemudian dilakukan pengecekan. Jarak ditemukannya kurang lebih 200 meter dari lokasi tenggelam korban,” ujar Agus.

Usai ditemukan, jasad Ikmar langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan ke darat dan dibawa ke Rumah Sakit Andi Makkasau Parepare untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Andi Makkasau untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarga,” pungkasnya.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar, sekaligus menjadi pengingat akan bahaya aktivitas di kawasan pantai tanpa pengawasan yang memadai.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Api Melalap 4 Rumah di Sinjai Saat Dini Hari, Kerugian Capai Rp500 Juta

13 April 2026 - 05:33 WITA

damkar-sinjai

Diteror Usai Ungkap Dugaan Mafia BBM Subsidi, Jurnalis di Sinjai Dihadang OTK

12 April 2026 - 22:20 WITA

bbm-subsidi

Drama Kamar Kos di Selayar: Dari Rencana Perbaikan Pipa Hingga Hilangnya Emas 13 Gram

11 April 2026 - 17:16 WITA

kamar kos

Tangis Pecah Jelang Magrib, Begini Kronologi Petani di Sinjai Meninggal Usai Disambar Petir

9 April 2026 - 20:03 WITA

tersambar petir

Tragedi di Tengah Sawah, Kahar Warga Sinjai Selatan Tewas Saat Cuaca Ekstrem, Diduga Tersambar Petir

9 April 2026 - 19:44 WITA

tersambar petir
Trending di Peristiwa