Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Hari Museum 2019, Pelajar di Gowa Belajar Mengenal Warisan Budaya Daerah

badge-check

					Suasana belajar para siswa SD, SMP dan SMA di Museum Balla Lompoa. (BERITA.NEWS/Putri). Perbesar

Suasana belajar para siswa SD, SMP dan SMA di Museum Balla Lompoa. (BERITA.NEWS/Putri).

BERITA.NEWS, Gowa – Guna memperingati hari Museum 2019 beberapa waktu lalu, sekitar 150 orang siswa-siswi tingkat SD, SMP dan SMA mengikuti kegiatan Belajar di Museum Balla Lompoa. 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa ini resmi dibuka Sekretaris Kabupaten Gowa, H Muchlis.

Dengan tema, ‘Mengenal Warisan Budaya Daerah Kabupaten Gowa Melalui Koleksi Meseum Balla Lompoa’, mengajak para generasi muda untuk dapat mengenal sejarah peninggalan kerajaan Gowa dan koleksi benda pusaka yang ada.

Muchlis sangat mengapresiasi kegiatan ini, pasalnya di era milenium saat ini masyarakat utamanya pelajar sudah tidak memiliki minat untuk berkunjung ke Museum. Padahal salah satu indikator sebuah daerah atau negara yang maju yaitu banyaknya orang yang berkunjung ke Museum.

“Museum adalah jendela untuk melihat kebesaran masa lalu sekaligus untuk menumbuhkan semangat dimasa depan, karena orang tidak akan pernah sukses melihat kedepan kalau mereka tidak tahu apa yang terjadi di belakang,” katanya.

Dia juga menjelaskan kepada seluruh pelajar yang hadir bahwa orang Gowa patutnya berbangga karena suku makassar mendapatkan pengakuan tertinggi peradaban di dunia.

“Kita harus berbangga karena Gowa memiliki bahasa lisan sekaligus bahasa tertulis. Bahasa lisan kita yaitu bahasa makassar dan bahasa tulis kita yaitu lontara, karena dari sekian ratus suku yang ada di Indonesia bahkan dari ribuan suku di dunia tidak semuanya memiliki bahasa lisan dan tulis dan kita Gowa memiliki kedua-duanya,” ujar Sekkab Gowa kepada seluruh siswa siswi yang hadir dalam kegiatan ini.

Sementara Kepala Bidang Kebudayaan Dibudpar Gowa, Iqbal menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan minat masyarakat khususnya generasi muda di Kabupaten Gowa untuk berkunjung ke Museum.

“Ini adalah salah satu upaya dari pemerintah untuk memberikan pengetahuan siswa siswa tentang sejarah meseum balla lompoa dan koleksi benda- benda pusaka yang ada di meseum balla lompoa serta fungsi dari museum itu sendiri,” ungkapnya.

  • Laporan: Putri


Loading

Comments

Baca Lainnya

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Kreativitas Tanpa Batas, Warga Binaan Rutan Barru Hasilkan Mebel dan Jasa Cuci Kendaraan

22 April 2026 - 12:27 WITA

Intip Sosok Iptu Haryanto, Jabat Kasat Reskrim Takalar

21 April 2026 - 22:27 WITA

Serah terima jabatan Iptu Haryanto sebagai kasat Reskrim Polres Takalar. Foto: Ist.

Mahasiswa Gowa: Inisial BK Disebut “Biang Kerok” Persoalan Daerah

21 April 2026 - 16:13 WITA

Fahim Jenlap Poros Pemuda Berlawan (Pemula) yang melakukan unjuk rasa didepan kantor Bupati Gowa. Foto: Ist

UTBK 2026, Rektor Unhas Ancam Pidana hingga Pemecatan Jika Terbukti Main Curang

21 April 2026 - 15:50 WITA

Trending di Pendidikan