BERITA.NEWS, Bulukumba — Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Bulukumba, H. Syamsir Paro menegaskan komitmennya terhadap masa depan pendidikan dengan menaruh perhatian penuh pada perlindungan profesi guru.
Ia menilai, kualitas pendidikan tidak lepas dari peran besar para guru, namun di sisi lain, mereka masih rentan terjerat kasus hukum dalam proses mendidik siswa.

Hal itu disampaikan Syamsir Paro seusai menghadiri Konferensi Kerja Kabupaten I PGRI Bulukumba di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Rabu (5/11/2025).
“Saya kira peran guru sangat besar dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa,” ujarnya.
Syamsir menjelaskan sejumlah variabel penting yang perlu dimiliki guru agar tidak berpotensi menimbulkan masalah hukum di sekolah, terutama di era arus informasi yang cepat.
“Pertama harus ada penguatan kompetensi atau kapasitas guru. Kemudian yang kedua, guru-guru harus memahami betul karakter anak didiknya. Ketiga proses mengajarnya harus humanis,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kasus-kasus yang muncul akibat kelalaian guru yang sebenarnya tidak fatal. Syamsir berharap orang tua siswa tidak serta-merta melaporkan ke ranah hukum.
“Jadi prosesnya terlebih dahulu melalui upaya mediasi kedua belah pihak, antara guru dan orang tua murid. Diutamakan penyelesaian secara kekeluargaan. Ini kalau tidak fatal, apalagi kalau tujuannya untuk mendidik,” jelasnya.
Syamsir Paro menambahkan bahwa peran guru menjadi faktor penting dalam mendukung visi misi Bupati Bulukumba.
Salah satu indikator peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah kualitas pendidikan yang berjalan maksimal.
“Implementasinya adalah guru melaksanakan tugas dengan baik, sarana prasarana pendidikan yang memadai, hingga alat permainan edukatif yang layak, sehingga anak-anak bisa mengakses ilmu dengan baik di semua satuan pendidikan,” tuturnya.
Ia turut menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya konferensi kerja PGRI tersebut.
“Semoga melahirkan kesepakatan-kesepakatan dan program kerja yang gemilang dari PGRI lima tahun ke depan,” ujar Wakil Ketua Dewan Kehormatan Guru Indonesia Bulukumba itu.
Konferensi ini juga dihadiri Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, jajaran Forkopimda, pengurus PGRI, serta Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Bulukumba, Andi Yudiarti Hadrawi.
![]()





























