Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Dukung Gerakan Ramah Lingkungan, Phinisi Hospitality Indonesia Minimalisir Sampah Plastik

badge-check

					Konferensi pers bersama Tim Phinisi Hospitality Indonesia di Hotel Claro Makassar, Rabu (3/7/19).(Berita.news/Ratih Sardianti Rosi). Perbesar

Konferensi pers bersama Tim Phinisi Hospitality Indonesia di Hotel Claro Makassar, Rabu (3/7/19).(Berita.news/Ratih Sardianti Rosi).

BERITA.NEWS, Makassar – Plastik merupakan salah satu bahan yang sering digunakan oleh masyarakat untuk berbagai hal, seperti membawa barang-barang yang tidak cukup dibawa hanya dengan menggunakan kedua tangan atau membungkus sesuatu yang hendak dibawa maupun diberikan kepada seseorang. Membeli minuman dingin sudah menjadi kebiasaan oleh penjual dengan memberikan SEDOTAN PLASTIK sebagai alat penyedot minuman.

Bahkan karena seringnya digunakan, plastik seolah-olah telah menjadi sebuah kebutuhan yang harus tersedia di masyarakat. Padahal sebenarnya plastik memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan apabila sudah tidak digunakan lagi, dimana istilah plastik yang sudah tidak digunakan tersebut dikenal dengan sebutan sampah plastik.

Sampah plastik akan mengganggu jalur terserapnya air ke dalam tanah menurunkan kesuburan tanah. Hal ini dikarenakan plastik juga dapat menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk hidup bawah tanah yang berperan dalam proses penguraian dan penyuburan tanah.

Sampah plastik yang susah diurai, mempunyai umur panjang dan ringan akan semakin mempermudah untuk diterbangkan angin sehingga tidak menutup kemungkinan untuk mencemari lautan dan wilayah-wilayah lainnya secara bergantian.

Baca Juga :  Bikin Resah, Aliansi Keluarga Petani Indonesia Laporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya

Phinisi Hospitality Indonesia mengumumkan bahwa per tanggal 3 Juli 2019 akan secara perlahan berhenti menggunakan sedotan plastik di setiap unit usahanya. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung gerakan ramah lingkungan. Sebab sedotan plastik merupakan bagian dari limbah yang mencemari lingkungan dan juga berbahaya bagi kesehatan manusia.

Bersamaan dengan tanggal 3 juli setiap tahunnya juga diperingati sebagai tanggal International Plastic Bag Free Day atau Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia. Perlu diketahui, sekitar satu juta kantong plastic digunakan di seluruh dunia tiap menitnya dan sementara kantong plastic sendiri memerlukan waktu hingga ratusan tahun untuk dapat terurai.

Melihat kondisi seperti itu Phinisi Hospitality Indonesia yang memiliki unit usaha diantaranya hotel berinisiatif akan menghilangkan “Straw” atau sedotan plastik secara perlahan lahan di semua area “Food & Beverages sesuai desain Corporate (Phinisi Hospitality Indonesia) karena meminimalkan dampak merugikan yang dimiliki bahan yang tidak dapat didaur ulang terhadap lingkungan kita.

Semua jenis minuman dingin akan disajikan tanpa sedotan. Pelayan kami harus bertanya kepada pelanggan secara pribadi jika mereka membutuhkan setelah memesan ke meja pelanggan.

Tidak memasukkan sedotan ke dalam gelas. Sedotan disajikan hanya untuk pelanggan atau tamu berdasarkan permintaan.

  • Ratih Sardianti Rosi

Loading

Comments

Baca Lainnya

Bikin Resah, Aliansi Keluarga Petani Indonesia Laporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 19:45 WITA

Iran Gulung 35 Orang Jaringan Mata-mata Mossad di Enam Provinsi

17 April 2026 - 05:24 WITA

China Turun Tangan, Dorong Dialog AS-Iran Redam Konflik Timur Tengah

16 April 2026 - 10:20 WITA

Blokade Memanas, Negara Teluk Desak AS Buka Jalur Diplomasi

15 April 2026 - 08:20 WITA

Ngopi Bareng Warga, Kapolrestabes Makassar Serap Aspirasi dan Perkuat Kamtibmas di Tallo

14 April 2026 - 12:07 WITA

Trending di News