BERITA.NEWS, Luwu – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Luwu melakukan ekspose bersama Kejaksaan Negeri Luwu terkait pembangunan fisik Puskesmas Kamanre, Gedung Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Dinkes serta pengadaan mobil ambulance. Kegiatan ekspose tersebut berlangsung di Kasebo Area Lokasi Kejari Luwu, Kamis (5/8/2021).
Dinkes Luwu meminta pendampingan hukum ke Kejari atas pembangunan fisik dengan pengadaan 11 unit mobil ambulance.

Kegiatan ekspose tersebut dihadiri oleh Plt Dinkes Luwu Dr Rosnawary, Pelaksana Pembangunan, PPK Pembangunan, PPK pengadaan mobil ambulance, konsultan, Kepala Cabang Kalla Toyota Gunawan Sofian, Kajari Luwu Erny Veronika Maramba, Kasi Datun serta pihak dari Dinkes lainnya.
Mengingat sekarang masih dalam masa pandemi Covid-19, pelaksanaan ekspose berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan.
Rosnawary dan lainnya meminta pendampingan hukum kepada kejaksaan selaku penegak hukum, dengan mengekspose kegiatan yang akan dilaksanakan agar proses pembangunan fisik dengan pengadaan mobil ambulance berjalan dengan lancar, melakukan konsultasi saat adanya kendala.
Diketahui, pembangunan fisik yang dimaksud adalah pembangunan Puskesmas Kamanre dan gedung IFK Dinkes. Pembangunan tersebut berupa rehabilitas bangunan yang lama.
PPK pembangunan fisik Adi menjelaskan bahwa anggaran pembangunan Puskesmas Kamanre dengan nilai anggaran sebesar Rp4 miliar lebih, sedangkan untuk pembangunan gedung IFK senilai Rp1 miliar lebih.
Menurutnya, pembangunan gedung IFK dimulai dari lahan kosong, berbeda dengan Puskesmas Kamanre yang sifatnya rehab total.
Adi juga menyebutkan bahwa masa kontrak kedua pembangunan fisik tersebut berlangsung bulan ini hingga Desember mendatang, atau sekira 145 sampai dengan 150 hari.
“Untuk pembangunan rehab Puskesmas Kamanre dengan nilai anggaran Rp4 M lebih dan gedung IFK Dinkes dengan anggaran Rp1 M lebih. Pembangunan puskesmas kini sedang dimulai para pekerja telah memulai pengukuran besi,” jelasnya.
Selain itu PPK pengadaan 11 mobil ambulance Jumriana mengatakan bahwa semua mobil ambulance yang diamaksud sedang dalam proses.
“Soal terealisasinya 11 mobil ambulance in sha Allah di bulan November sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan dek,” katanya saat dihubungi melalui via WhatsApp.
Sementara Kajari Luwu Erny Veronika Maramba berharap kepada penanggung jawab agar senantiasa memiliki itikad baik dalam pelaksanaan pembangunan fisik tersebut.
“Saya mengharapkan para penanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya dengan memiliki itikad yang baik karena ini adalah amanah dari negara dan ini untuk masyarakat. Untuk layanan kesehatan bersifat urgent, saya berharap tidak ada penyimpangan karena ini berkaitan langsung dengan masyarakat dan senantiasa memberikan kualitas yang terbaik,” katanya.
Kajari Luwu juga menyampaikan kepada konsultan pengawas untuk melaporkan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Terkait dengan adanya kendala atau selama proses pelaksanaan ada yang mengintervensi maka segera menyampaikan kepada kami. Selamat mengerjakan tugas dilakukan benar-benar sesuai specnya dan sebisa mungkin bebas dari benturan kepentingan,” tutupnya.
- Muh Asri
![]()





























