Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

DPRD Makassar

Di Mariso, Hasanuddin Leo Minta Pemandi Jenazah Dipilih Secara Selektif

badge-check

					Di Mariso, Hasanuddin Leo Minta Pemandi Jenazah Dipilih Secara Selektif Perbesar

BERITA.NEWS, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo memastikan mengawal banyak aspirasi yang disampaikan oleh warga Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso. Salah satunya ialah persoalan pemandi jenazah.

Keluhan itu didapatnya saat menggelar Reses Kedua Masa Sidang Kedua Tahun Sidang 2021-2022. Bertempat di Jalan Nuri Lorong 303, Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso, Selasa (12/4/2022).

Perihal pemandi jenazah, Legislator dari Fraksi PAN ini menegaskan bahwa orang-orang yang memegang tanggungjawab tersebut harus dipilih dulu secara selektif. Sebab, ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi.

“Bukan berarti orang yang sudah di training misalkan 100 orang yang sudah dilatih belum tentu satu yang melaksanakan. Pemandi jenazah diisi oleh orang yang sudah bertalenta, tanpa dilatih kita sudah tahu,” jelasnya.

Pihak kecamatan dan kelurahan, kata dia, harus lebih melihat secara subjektif terhadap sosok pemandi jenazah. Mereka setidaknya mesti turun ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan.

“Camat dan Lurah jangan hanya duduk di kantor saja. Harusnya lihat mana yang bisa menjadi pemandi jenazah. Jangan hanya karena kedekatan dan itu yang dipilih,” sambungnya.

Demikian pula dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Makassar. Hasanuddin Leo meminta usulan dari Camat dan Lurah tidak serta diterima mengenai usulan sosok pemandi jenazah.

“Bagian Kesra harus lakukan justifikasi dulu ke bawah. Jangan langsung diterima begitu saja usulan yang ada,” ujarnya.

Dalam reses itu, persoalan lain juga terungkap. Mulai dari seleksi guru mengaji dan imam rawatib yang juga harus selektif, drainase, perbaikan aliran air limbah, dan kerusakan jalan.

Hasanuddin Leo pun menegaskan bahwa aspirasi itu nantinya akan disampaikan ke SKPD terkait. “Saya kira hasil reses ini akan dimasukkan ke masing-masing ke dinas terkait untuk kemudian di program di APBD perubahan atau pokok nantinya,” tutupnya. (*)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lepas JCH Makassar, Munafri Ingatkan Jaga Niat dan Kesehatan

29 April 2026 - 13:38 WITA

RW 01 Kompleks CV Dewi Dinilai Layak Wakili Makassar di Lomba Satkamling Tingkat Polda Sulsel

29 April 2026 - 07:05 WITA

May Day 2026, Pemkot Makassar Fasilitasi Perayaan Buruh yang Aman dan Inklusif

28 April 2026 - 19:35 WITA

Kepala BGN Sebut Gaji Pencuci Piring MBG Lebih Tinggi dari Guru Honorer: Rp 2,4 Juta Sampai Rp 3,5

28 April 2026 - 18:12 WITA

Groundbreaking Mixed-Use Mal Ratu Indah, Munafri: Simbol Pertumbuhan Ekonomi Makassar

28 April 2026 - 13:10 WITA

Trending di Makassar