Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Ekobis

BPS: Nilai Tukar Petani Naik 0,49 Persen pada Juli

badge-check

					Ilustrasi - Petani menggiling padi saat panen di area persawahan, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Maulana Surya/Asf/mes/pri. Perbesar

Ilustrasi - Petani menggiling padi saat panen di area persawahan, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Maulana Surya/Asf/mes/pri.

BERITA.NEWS, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Juli 2020 sebesar 100,09 atau naik 0,49 persen dibandingkan NTP bulan sebelumnya, karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,47 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) mengalami penurunan sebesar 0,2 persen.

“Kalau kita lihat tentunya ini merupakan indikasi yang bagus,” kata Kepala BPS Suhariyanto saat menggelar konferensi pers secara virtual di Jakarta, Senin (3/8/2020).

Kenaikan NTP Juli 2020 dipengaruhi oleh naiknya NTP di tiga subsektor pertanian, yaitu NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,76 persen, Subsektor Peternakan sebesar 1,68 persen, dan Subsektor Perikanan sebesar 0,69 persen.

Sementara itu NTP pada dua subsektor lainnya mengalami penurunan yaitu Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,25 persen dan Subsektor Hortikultura sebesar 0,74 persen.

Baca Juga :  Gabungan BPR Disetujui, OJK Targetkan Industri Lebih Sehat dan Efisien

“Kalau kita lihat di sana, penurunan Subsektor Tanaman Pangan terjadi karena indeks harga yang diterima dan dibayarkan itu menurun. Salah satu penyebabnya adalah penurunan harga gabah, penurunan harga jagung, dan beberapa komoditas lainnya,” ujar Suhariyanto.

Sedangkan Subsektor Tanaman Hortikultur mengalami penurunan tajam karena dipengaruhi kenaikan harga bawang putih, bawang merah, wortel, dan nanas.

Secara nasional NTP Januari–Juli 2020 lebih tinggi sebesar 1,16 persen dibandingkan NTP Tahun 2019 pada periode yang sama.

Diketahui NTP adalah perbandingan It terhadap Ib, yang merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

. ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Road To Pekan Reksa Dana, APRDI dan OJK Perkuat Sosedu Bersama Media di Makassar

17 April 2026 - 20:50 WITA

Gabungan BPR Disetujui, OJK Targetkan Industri Lebih Sehat dan Efisien

16 April 2026 - 09:51 WITA

SPBU di Sinjai Kena Sanksi, Solar Subsidi Dihentikan Sementara: Pertamina Perketat Pengawasan

26 Maret 2026 - 20:44 WITA

bbm subsidi

Ketua MA Resmi Lantik Anggota Dewan Komisioner OJK

26 Maret 2026 - 11:08 WITA

Bagaimana Mekari Jurnal Mendorong Digitalisasi Sistem Keuangan Hingga 100%

25 Maret 2026 - 01:42 WITA

Bagaimana Mekari Jurnal Mendorong Digitalisasi Sistem Keuangan
Trending di Ekobis