BERITA.NEWS, Bantaeng – Pelatihan Bimbingan tekhmologi (Bintek) yang difasilitasi oleh Inspektorat Kabupaten Bantaeng menuai komentar dari berbagai kalangan.
Pasalnya pelatihan Bintek Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang digelar di Hotel Grand Asia, jalan Boelevard Makassar ini membebankan biaya kontribusi kepada pihak Desa sebesar RP 3 juta.

Menurut Sekretaris Inspektorat Kabupaten Bantaeng, Muh. Nasruddin, kalau kegiatan yang digelar selama tiga hati tersebut yakni dari tanggal 3-6 Oktober 2019 itu memang dipungut biaya RP 3 juta per orangnya
“Kami memang menarik biaya kontribusi sebanyak RP 3 juta per orangnya, tapi itu ada berdasarkan hasil dari kesepakatan para kepala Desa” ucapnya, Kamis (10/10/2019).
Menuritnya sebanyak 120 orang yang mengikuti kegiatan Bintek Siskeudes tersebut, mereka semua itu berasal dari unsur desa.
“45 Desa itu mengirim utusannya sebanyak 1 sampai 2 orang perwakilan yang dimana total peserta sebanyak 120 orang” tuturnya.
Dirinya juga menyampaikam kalau pihaknya tidak pernah memaksakan kepada pihak desa untuk ikut kegiatan ini.
“Jadi yang ikut ini adalah desa yang memang sudah menganggarkan untuk kegiatan ini, tapi yang belum menganggarkan kami tidak memaksakannya” jelasnya
Kegiatan inipun sengaja dilaksanakan di Makassar karena menurutnya kalau diadakan di Kabupaten Bantaeng para peserta bisanya mudah meninggalkan tempat kegiatan.
Dirinya mengaku kalau dalam kegiatan Bintek ini pihaknya mengikutkan pula Pemerintahan Desa dalam unsur kepanitaan.
Namun berbeda dengan apa yang disampaikan oleh kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa Dinas PMD Kabupaten Bantaeng, Kamaruddin, yang mengatakan kalau pihaknya tidak di ikutkan dalam unsur kepanitaan.
“Sampai saat ini kami tidak tahu kalau di ikutkan dalam unsur kepanitaan dalam kegiatan Bintek Siskeudes tersebut” ucapnya.
Dia juga mengaku kalau dirinya hanya mendapatkan surat undangan sebagai pemateri bukan sebagai panitia.
“Saya datang hanya sebagai pemateri karena isi suratnya begitu, dan posisi saya sama dengan pemateri yang lain seperti dari unsur kepolisian ataupun Kejaksaan” ungkapnya.
Dengan tegasnya Kabid PMD ini menyakpaikan kalau pihaknya tidak dilibatkan dalam unsur kepanitaan
“Jangan ada dusta diantara kita, kalau memang kami dilibatkan sebagai panitia kenapa sampai saat ini SK kepanitaan belum kami terima” ucapnya.
Dia menuturkan terkait masalah jumlah anggaran serta darimana sumbernya itu pihaknya tidak tahu menahu.
Diketahui sebanyak 120 orang peserta pelatihan Bintek Siskeudes yang dimaa kesemuanya membayar biaya kontribusi sebanya RP 3 juta per orangnya, dan jika dikalikan maka total anggaran yang digunakan dan dikelola oleh pihak panitia sebesar RP 360 juta
- Saharuddin
![]()




























