BERITA.NEWS,Makassar- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel merilis catatan rekomendasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam 8 poin untuk pemerintah daerah.
Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda menegaskan perlunya sinergitas antar pemangku kebijakan untung menjaga momentum ekonomi Sulsel tetap terjaga dan bertumbuh.

Rizki mengatakan rekomendasi dari sisi konsumsi, ada 2 poin penting yaitu menjaga daya beli dan pasokan pangan melalui penguatan distribusi antar wilayah, mitigasi risiko cuaca ekstrem serta intervensi TPID menjaga Inflasi tetap terkendali.
“Kedua, memperkuat pasar domestik dan ekosistem industri hilir untuk mendorong domestik demand melalui perluasan jaringan distribusi, peningkatan keterjangkuan harga dan penguatan rantai pasok antar wilayah, ” ucapnya.
Dari sisi Investasi, poin ketiga BI Sulsel merekomendasi menopang Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan aktivitas konstruksi agar memastikan proyek strategis tetap berjalan, tidak terkendala masalah administrasi dan pembiayaan
“Keempat, melakukan perluasan hilirisasi mineral bernilai tambah tinggi melalui penguatan produk turunan strategis dan penerapan standar berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing industri,” sebutnya.
Poin kelima, Mendiversifikasi struktur ekonomi daerah dengan mendorong pengembangan industri pengolahan berbasis pertanian serta sektor jasa untuk memperluas sumber pertumbuhan.
Dari sisi Belaja Pemerintah, BI Sulsel turun merekomendasikan pada poin keenam, agar mempercepat realisasi belanja Pemda dengan frontloading belanja produktif dan percepatan belanja modal guna menjaga momentum permintaan domestik di awal tahun.
“Poi ketujuh, memperkuat ketahanan fiskal daerah melalui optimalisasi PAD, Peningkatan kualitas belanja serta pemanfaatan skema pembiayaan alternatif, seperti KPBU dan penjajakan kerjasama pembiayaan dengan perusahaan lokal guna kesinambungan pembangunan,” ungkapnya.
Lalu sisi Net Ekspor menjadi point ke delapan menjadi saran dari BI Sulsel kepada pemda agar menjaga output sektor Nikel dan industri pengolahan melalui koordinasi RKAB agar transisi produksi terukur dan utilitas smelter tetap optimal.
![]()





























