Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Bangun Komunikasi Terbuka dengan Anak, Jauhkan Paparan Konten Negatif di Internet

badge-check

					Bangun Komunikasi Terbuka dengan Anak, Jauhkan Paparan Konten Negatif di Internet Perbesar

Mamuju Utara – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual di Mamuju Utara, Sulawesi Barat pada 22 Oktober 2021. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Lindungi Diri dari Bahaya Pornografi”.

Program kali ini menghadirkan 433 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari dosen dan pegiat literasi (Japelidi), Andi Fauziah Astrid; Community Development Consultant, Aryo Dwi Harprayudi; instruktur literasi baca tulis, Herawati; dan psikolog klinis RSUD Regional Sulbar, Andi Budhy Rakhmat. Adapun, sebagai moderator adalah Nur Azizah. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Beranjak ke sesi materi, Andi Fauziah Astrid hadir membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Keterampilan Digital dan Belajar Secara Daring”. Menurut dia, di era pembelajaran jarak jauh seperti sekarang, kemampuan mengoperasikan peralatan digital mutlak diperlukan bagi anak guna mengakses dan menyaring informasi serta pengetahuan dari internet. “Kita bisa menjalankan parental control, screen time, penyaringan khusus anak, serta memberi pemahaman privasi dan keamanan data untuk melindunginya dari efek negatif,” jelasnya.

Berikutnya, Aryo menyampaikan materi etika digital berjudul “Bahaya Pornografi”. Ia mengatakan, pornografi berdampak buruk pada anak dalam mendorong tindakan kriminal, perilaku menyimpang, dan penularan penyakit seksual. “Untuk menghindarinya, lakukan pendekatan personal kepada anak seraya membatasi aksesnya ke konten negatif dan berikan pendidikan seksual,” ujarnya.

Baca Juga :  Bikin Resah, Aliansi Keluarga Petani Indonesia Laporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya

Sebagai pemateri ketiga, Herawati membawakan tema budaya digital tentang “Kecanduan Internet: Mengelola Budaya Digital yang Produktif”. Menurut dia, remaja lebih rentan mengalami kecanduan internet karena besarnya rasa ingin tahu ditambah dengan bagian otak yang bekerja sebagai pengontrol perilaku masih dalam perkembangan. Sehingga, peran orang tua menjadi penting dalam mendampingi dan mengarahkan aktivitas digital anak agar terhindar dari adiksi internet dan berbagai dampak negatif lainnya.

Adapun, Andi Budhy, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Peran Orang Tua dalam Pendidikan Internet Aman dan Sehat untuk Anak”. Ia mengatakan, bentuk pendampingan orang tua terhadap anak dalam berinternet, antara lain dengan menjadi teladan serta mengontrol penggunaan internet anak. “Jika anak kecanduan internet, bangun komunikasi yang terbuka dan efektif dengan anak atau konsultasikan dengan ahli untuk melepaskannya dari ketergantungan internet,” pungkasnya.

Acara berikutnya adalah sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Sesi ini disambut dengan beragam pertanyaan dari peserta. Dalam webinar di Mamuju Utara kali ini, panitia memberikan berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah satu pertanyaan peserta adalah tentang bagaimana pendekatan yang efektif agar anak tak mengekspos data dan kehidupan pribadi. Narasumber menyarankan untuk memberikan contoh kasus nyata yang terjadi terkait bahaya mengumbar data pribadi. Sampaikan penjelasan dan pemahaman secara perlahan agar anak bisa mengerti dan tak lagi mengumbar data pribadi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Pertamina Kaji Ulang Harga BBM Termasuk Pertamax

19 April 2026 - 19:15 WITA

Lebanon Selatan Kembali Membara, 1 Tentara Israel Tewas 9 Terluka

19 April 2026 - 15:58 WITA

Nuansa Alam dan Cita Rasa Rumahan, RM Jabar Resto & Cafe Jadi Destinasi Kuliner di Sinjai

18 April 2026 - 19:56 WITA

Rumah Makan

Tuduh AS Ingkari Komitmen Negosiasi, Iran Tutup Kembali Selat Hormuz

18 April 2026 - 19:12 WITA

Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Komersial Kembali Normal

18 April 2026 - 08:32 WITA

Trending di News