Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Audit Fisik Selesai, Akses Jalan Stadion Barombong kini Dipersoalkan

badge-check

					Stadion Barombong (foto:Humas Sulsel). Perbesar

Stadion Barombong (foto:Humas Sulsel).

BERITA.NEWS, Makassar – Kelanjutan pengerjaan Stadion Barombong kian tak menentu. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) tampaknya tak berminat lagi lanjutkan proyek rintisan mantan Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL). Jumat (20/12/2019).

Pasalnya, diawal pemerintahan dirinya bersama Wakil Gubernur (Wagub) Andi Sudirman Sulaiman. Anggaran Stadion itu pun dihentikan, padahal sudah mendapat alokasi saat pembahasan APBD Pokok 2019.

Alasan, dihentikan. Ingin melakukan audit fisik lebih dulu. Namun, terus molor. Tim Auditor baru bekerja di Desember 2019. Sejumlah polemik pun turut warnai prosesnya. Mulai jasa tim dari Bandung, berubah lagi, diambil alih Unhas.

Target Audit pun selesai bulan ini tanggal 15 Desember, kemarin. Bahkan, tersiar kabar hasilnya sudah selesai. Tapi belum diumumkan. Rencananya, Inspektorat Sulsel bakal merilis di penghujung tahun 2019. Dua Minggu lagi.

Gubernur NA mengaku Audit Fisik Stadion Barombong malah bukan soal utama. Akses jalan kini menjadi sasaran baru. Dinilianya terlalu sempit dan jembatan penghubung ke Stadion bakal jadi biang kemacetan. 

“Kalau saya begini Stadion Barombong bukan soal audit, tapi akses, tidak ada lagi pertandingan macet, malahan kita akan bangun jembatan diperluas atau dibangun satu lagi jembatan karena kita bikin tidak langsung fungsional, akses yang kita perbaiki,” ucapnya.

Polemik lainnya, soal akses jalan tersebut rupanya belum dihibahkan oleh PT GMTD. Masih dalam bentuk fasum fasos. Olehnya itu, menguatkan alasan pengerjaan Stadion Barombong tidak masuk program prioritas Gubernur. APBD 2020 pun sudah diketuk.

“Kedua adalah GMTD harus menyerahkan akses bukan sebagai fasum ya, kemarin dia mau serahkan sebagai fasum, tapi nggak bisa harus hibah karena itu adalah stadion, penyerahan Fasum dari GMTD kemarin bukan kita tolak,  tapi kita minta hibah jangan ada fasum karena aset kita,” pungkasnya.

  • Andi Khaerul.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Pertamina Kaji Ulang Harga BBM Termasuk Pertamax

19 April 2026 - 19:15 WITA

Lebanon Selatan Kembali Membara, 1 Tentara Israel Tewas 9 Terluka

19 April 2026 - 15:58 WITA

Tuduh AS Ingkari Komitmen Negosiasi, Iran Tutup Kembali Selat Hormuz

18 April 2026 - 19:12 WITA

Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Komersial Kembali Normal

18 April 2026 - 08:32 WITA

Bikin Resah, Aliansi Keluarga Petani Indonesia Laporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 19:45 WITA

Trending di News