Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Politik

Arifin Dg Kulle Ajak Semua Pihak Minimalisir Kasus Ketertiban Umum

badge-check

					Arifin Dg Kulle Ajak Semua Pihak Minimalisir Kasus Ketertiban Umum Perbesar

MAKASSAR, BERITA.NEWS– Anggota DPRD Kota Makassar, Arifin Dg Kulle menyebut dalam mewujudkan terciptanya kehidupan bermasyarakat yang tentram dan aman, dibutuhkan kerjasama semua pihak.

Itu disampaikan Arifin Kulle saat menggelar sosialisasi penyebarluasan Perda nomor 7 tahun 2021 tentang Ketertiban Umum, Ketentraman dan Perlindungan Masyarakat, di Hotel Royal Bay Makassar, Rabu (19/7/2023).

“Selama ini banyak kasus ketertiban umum yang kita temui di lingkungan masyarakat karena sulitnya menciptakan situasi yang kondusif tanpa adanya kerjasama antar-pihak,” ujarnya.

Misalnya saja, kasus perang kelompok atau tawuran yang sering terjadi di Kota Makassar, nanti pada saat aparat hukum turun menertibkan baru bisa tercipta situasi dan kondisi yang aman.

Karena itu, Legislator Partai Demokrat yang akrab disapa Arkul meminta pihak pemerintah, aparat hukum dan masyarakat bisa saling berkolaborasi dalam memenuhi ketertiban umum di kehidupan sehari-hari.

“Ini juga demi generasi kedepan, jika ketertiban umum dan ketentraman masyarakat mampu dilindungi bersama, Insya Allah tingkat kasus kejahatan di Kota Makassar akan semakin menurun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ikbal, Sosok Muda yang Curi Perhatian di Pencalonan BPD Kareloe Jeneponto

Bhabinkamtibmas Kelurahan Manuruki, Aiptu Rahman memaparkan dalam aturan perda yang tertuang di dalamnya memang sangat sejalan dengan tugas dan tanggung jawab sebagai aparat penegak hukum dalam mewujudkan perlindungan masyarakat.

“Bukan hanya melindungi masyarakat dari segala keadaan yang tidak kondusif, tapi kita juga harus mewujudkan budaya disiplin dan kesadaran masyarakat,” paparnya.

Kemudian, kata Rahman, masyarakat juga punya wewenang dalam menyelenggarakan situasi kondusif untuk merasakan dan menikmati ketertiban dan ketentraman lingkungan.

“Dalam setiap kelompok masyarakat pasti ada yang tertib dan tidak tertib. Makanya sangat penting adanya musyawarah dalam setiap pengambilan kebijakan agar terwujudnya lingkungan yang tentram dan aman,” katanya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Mangasa, Aipda Irwan menjelaskan setiap orang atau badan usaha yang melakukan pungutan liar di tengah masyarakat maka dapat dikatakan melanggar ketertiban dan ketentraman.

“Jadi bukan hanya kasus kejahatan, melakukan pelanggaran lalu lintas, pungli di bilangan jalan seperti pak ogah bahkan meminta-minta di fasilitas umum dapat dikatakan mengganggu ketertiban,” jelasnya.

Karena itu, Irwan meminta kepada masyarakat jika terdapat kasus yang melibatkan ketertiban sosial di pemukiman warga, perkantoran atau tempat umum maka bisa melaporkan secara langsung ke aparat penegak hukum.

“Secara tertib sosial juga setiap orang dilarang, mengakomodir pengamen, pengemis atau anak jalanan, maka itu semua dapat menggangu ketertiban umum, sekarang sudah masif dalam penertiban di jalan-jalan,” pungkasnya. (*)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Ikbal, Sosok Muda yang Curi Perhatian di Pencalonan BPD Kareloe Jeneponto

16 April 2026 - 19:54 WITA

calon bpd

Baru Bebas dari Penjara, Nasib Kursi DPRD Kamrianto Menggantung! Ini Kata BK

18 Maret 2026 - 20:02 WITA

kamrianto

Diam-Diam Sambangi Warga, Patudangi Azis Salurkan Sembako di 5 Titik Strategis Bulukumba–Sinjai

15 Maret 2026 - 20:50 WITA

sembako

Data Pemilih Dicek Satu per Satu! Bawaslu Bulukumba Terjunkan 5 Tim ke Lapangan

12 Maret 2026 - 23:00 WITA

data pemilih

Siap-siap! Siswa Madrasah di Bulukumba Bakal Terlibat Langsung Awasi Demokrasi

19 Februari 2026 - 19:20 WITA

mou
Trending di Politik