Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

AMBF 2021, Kantor BI Sulsel Bantu Pelaku UMKM Tembus Pasar Global

badge-check

					AMBF 2021, Kantor BI Sulsel Bantu Pelaku UMKM Tembus Pasar Global Perbesar

BERITA.NEWS,Makassar– Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) selenggarakan kegiatan Anging Mammiri Business Fair (AMBF) pada 25-26 November 2021 di Makassar.

Kegiatan AMBF mengangkat tema “Mengantar UMKM Sulsel Go Global”dan diisi dengan kegiatan business matching export, business forum, sharing session, serta mini expo.

Kegiatan ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM di Sulsel untuk meningkatkan kapasitas dan membuka peluang pemasaran produk yang lebih luas, terutama untuk pasar ekspor.

AMBF merupakan bagian dari upaya nyata Bank Indonesia dalam mendorong perekonomian Provinsi Sulsel melalui peningkatan ekspor dan pengembangan UMKM masuk ke Global Value Chain (GVC) dan Global E-commerce Chain (GEC).

“Melalui strategi ini, UMKM Sulsel dapat lebih mudah untuk dapat memasarkan produknya ke luar negeri melalui mitra-mitra yang telah membangun jalur perdagangan luar negeri dibandingkan dengan secara langsung mencari pembeli di luar negeri,” kata Deputi Kepala BI Sulsel Fadjar Majardi.

Sedikit berbeda dengan penyelenggaraan business fair pada umumnya yang menghadirkan UMKM sebagai peserta pameran. AMBF yang menjadi peserta pameran adalah para agragator dan regulator terkait perdagangan luar negeri. Sementara pengunjungnya adalah para pelaku UMKM Sulsel, yang hadir baik secara luring maupun daring.

Baca Juga :  PLN Icon Plus Dukung Layanan Andal pada Retret DPRD di Lembah Tidar Magelang

“Pengembangan UMKM di Sulsel membutuhkan strategi yang terintegrasi. Dari sisi kemitraan, dibutuhkan sarana mempertemukan UMKM dengan mitra yang memiliki akses perdagangan luar negeri. Untuk terbangunnya kemitraan tersebut diperlukan peningkatan kapasitas UMKM melalui dukungan pembinaan, pendampingan, maupun penguatan kelembagaan,”

Sementara itu, dari sisi regulasi, perlu dilakukan harmonisasi kebijakan/program pengembangan UMKM, baik pada tingkat pusat maupun daerah. Dari sisi pembiayaan, perlu dilakukan identifikasi kebutuhan dan alternatif pembiayaan bagi UMKM. Untuk menjalankan strategi tersebut dengan optimal diperlukan Sinergi, Kolaborasi, dan Harmonisasi.

“Bank Indonesia melalui AMBF menawarkan suatu model pengembangan UMKM go Global melalui GVC dan GEC sabagai acuan strategi yang dapat dikolaborasikan dengan program-program yang dijalankan baik oleh instansi pemerintah maupun swasta di Sulsel untuk saling mensinergikan program-program pengembangan UMKM di Sulsel,” jelasnya.

“Kolaborasi pentahelix (akademisi, pelaku usaha/bisnis, komunitas, pemerintah, dan media massa) mutlak diperlukan untuk mewujudkan ini semua sehingga dapat bersama-sama mengantar UMKM Sulsel memasuki pasar global dan mendorong kinerja ekspor Sulsel,” pungkasnya.

Andi Khaerul

 

Loading

Comments

Baca Lainnya

Dua Bulan Terserang Penyakit, Netanyahu Diam-Diam Jalani Perawatan Prostat

25 April 2026 - 12:29 WITA

PLN Icon Plus Dukung Layanan Andal pada Retret DPRD di Lembah Tidar Magelang

24 April 2026 - 07:34 WITA

PLN Icon Plus Perkuat Profesionalitas Karyawati melalui Program Awareness di Hari Kartini

23 April 2026 - 20:04 WITA

AS Perluas Operasi, Kapal Tanker Iran Disergap di Samudera Hindia

23 April 2026 - 18:17 WITA

Investor Global Abu Dhabi Ports Group Lirik Potensi Investasi Makassar New Port

23 April 2026 - 11:36 WITA

Trending di Ekobis