Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Alasan Faktor Pendidikan, Dinkes Sulsel Sebut Vaksinasi Daerah Rendah Dibanding Kota

badge-check

					Alasan Faktor Pendidikan, Dinkes Sulsel Sebut Vaksinasi Daerah Rendah Dibanding Kota Perbesar

Plt Kadinkes Sulsel Arman Bausat (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel Arman Bausat menyebut faktor tingkat pendidikan jadi salah satu alasan rendahnya capaian vaksinasi di daerah, khusunya di Desa-desa. Senin (1/11/2021).

Hal itu dikatakan, Arman Bausat saat kepada awak media saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel. Akui capaian vaksinasi di Sulsel masih jauh dari target yang diberikan pemerintah pusat sebanyak 7.058.141 orang.

“Sangat sulit di jangkau coba ke kabupaten tidak ada lagi yang pakai masker. Ini yang sangat sulit. Jadi sasaran yang kita capai sekarang ini umumnya itu yang dikota, provinsi, Makassar. Coba kalau mau keluar baru setengah mati lagi, tapi itulah
cakupan vaksinasi tergantung penerimaan masyarakat vaksin ini bermanfaat atau tidak kan edukasi sudah kita jalankan,” ucapnya.

Arman yang juga menjabat Direktur Rumah Sakit Khusus Daesung (RSKD) Dadi Makassar itu mengatakan salah satu penyebab antusiasme masyarakat untuk melakukan vaksinasi adalah tingkat pendidikan. Apalagi di daerah pelosok.

“Tingkat pendidikan juga mempengaruhi makanya dikota lebih tinggi, pemahaman penerimanya lebih tinggi dibandingkan di kampung. Otomatis pasti harus ada upaya-upaya yang pendidikan rendah bisa menerima mungkin perlu diberikan inovasi yang tambahan untuk mengejar target kan begitu,” sebutnya.

Baca Juga :  PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

Menurut Arman, pada dasar pemerintah di daerah juga sangat berkeinginan capaian vaksinasi bisa tinggi. Hanya saja, adanya beberapa faktor yang jadi penghambat. Sehingga butuh upaya dan pendekatan lebih ekstra lagi.

“Bukan daerah tidak mau, tentu daerah juga mau capaian vaksinasi nya tinggi. Sudah berbagi upaya dilakukan. Sudah dikasi target, contoh sekarang Jeneponto satu desa ditargetkan minimal seribu tapikan susah kasihan setiap turun Vaksinator nya bilang setengah mati,” jelasnya.

“Okelah dimaklumi lah karena mereka anggap tidak ada Covid. Tapi disatu sisi kita sudah dikasi target pemerintah pusat kasi 7 juta. Nah sementara 50-60 persen itu berada pinggir-pinggir,” pungkasnya.

Adapun capaian 10 daerah vaksin terendah per tanggal 25 Oktober untuk Tahap 1, Jeneponto 17,31 persen, Bulukumba 22,37 persen, Sinjai 24,50 persen, Bone 24,54 persen, Sidrap 25,40 persen, Luwu Utara 25,98 persen, Gowa 26,82 persen, Takalar 27,80 persen, Wajo 28,25 persen dan Bantaeng 29,51 persen.

Selanjutnya, Vaksinasi Tahap II Jeneponto 7,55 persen, Luwu Utara 12,95 persen, Bulukumba 13,12 persen, Sinjai 13,99 persen, Gowa 15,64 persen, Wajo 16,25 persen, Bone 16,55 persen, Takalar 16,81 persen, Sidrap 17,94 persen, Bantaeng 18,12

 

Andi Khaerul

 

Loading

Comments

Baca Lainnya

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

24 April 2026 - 09:37 WITA

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

SPMB Sulsel 2026, Disdik Berlakukan Jalur Domisili Radius Zona 1 dan 2

23 April 2026 - 17:56 WITA

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Trending di Daerah