Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Aktivis Sulsel dan Pemerintah Tolak People Power

badge-check

					Diskusi PB HMI tentang People Power, di Makassar, Jumat (17/5/2019). (IST) Perbesar

Diskusi PB HMI tentang People Power, di Makassar, Jumat (17/5/2019). (IST)

BERITA.NEWS, Makassar – Gerakan people power yang digagas sejumlah tokoh politik pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dinilai bisa menciptakan instabilitas negara.

People power itu rencananya akan dilakukan pada 22 Mei 2019 di sejumlah kota khususnya di DKI Jakarta, saat KPU mengumumkan dan menetapkan pemenang Pemilihan Umum 2019.

People power dinilai bukan solusi untuk menyelesaikan persoalan bangsa sehingga mendapat penolakan dari sejemlah pihak. Termasuk di Sulawesi Selatan (Sulsel), tokoh pemuda dan masyarakat kompak menolak gerakan tersebut.

Ketua KNPI Provinsi Sulsel, Imran Eka Saputra mengatakan, gerakan people power merupakan gerakan politik yang tidak mau mengakui keputusan lembaga negara.

Ditambah lagi dengan munculnya gerakan Intoleran yang ingin mengubah falsafah dan budaya negara yang dinilai dapat menjatuhkan citra bangsa Indonesia.

“Hal tersebut sangat berbahaya, dapat menyebabkan instalitas bangsa menurun dikarenakan gerakan tersebut dapat merugikan masyarakat dan Bangsa ini,” kata Imran pada diskusi yang digelar bidang PSDA PB HMI dengan tema, Positive People with Positive Power, Kekuatan Membangun Generasi Muda di Hotel Santika Makassar, Jumat (17/5/2019).

Imran mengajak generasi muda untuk tidak terpengaruh dengan isu tersebut. Sebab, pemuda merupakan pionir dalam pembangunan bangsa. Lagi pula, kata Imran, gerakan pemuda saat ini sudah tergerus seiring perkembangan teknologi.

Baca Juga :  Tuduh AS Ingkari Komitmen Negosiasi, Iran Tutup Kembali Selat Hormuz

“Banyaknya informasi yang masuk dari luar diiringi dengan tidak adanya filter dalam diri pemuda membuat gerakan Generasi Pemuda sudah menurun,” ujarnya.

Sementara Dosen Pasca Sarjana Unkris Ade Reza Hariyadi mengungkapkan, perlunya metode konsesus dan pendekatan konstitusional dalam penyelesaian konflik pasca pemilu. Pasalnya, upaya menggunakan kekuatan massa dalam gerakan ekstra parlementer berpotensi menciptakan gejala sosial dan konflik horizontal antar masyarakat.

Untuk itu, Ade mengimbau kepada para pemuda khususnya di Sulsel agar tetap menjaga persatuan.

“Oleh karena itu para aktivis pemuda sulsel mesti mempromosikan pikiran-pikiran yang konstruktif dan menentang setiap tindakan yang bisa memecah bela persatuan,” katanya.

Terpisah, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah mengajak masyarakat Sulawesi Selatan menolak gerakan People Power. Ia mengatakan, siapapun yang ditetapkan oleh KPU dialah pemimpin yang diridoi Allah SWT.

“Pemerintah Sulsel menolak keras people power. Setelah penetapan tanggal 22 Mei nanti, kita kembali merajut tatanan kehidupan yang bersatu dan kembali bersilaturahim,” ujarnya.

Nurdin Abdullah mengajak tokoh dari berbagai komponen masyarakat untuk duduk dan rembuk bersama untuk meyakinkan kepada semua komponen rakyat, kalau ada pemilihan pasti ada yang menang dan ada yang kalah.

Pemilu, menurut mantan Bupati Bantaeng itu sudah diatur dengan aturan main yang ditetapkan dalam undang-undang. Sehingga, jika tidak puas dengan hasil pemilu, siapkan data-data dan ajukan ke MK.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Tuduh AS Ingkari Komitmen Negosiasi, Iran Tutup Kembali Selat Hormuz

18 April 2026 - 19:12 WITA

Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Komersial Kembali Normal

18 April 2026 - 08:32 WITA

Bikin Resah, Aliansi Keluarga Petani Indonesia Laporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 19:45 WITA

Iran Gulung 35 Orang Jaringan Mata-mata Mossad di Enam Provinsi

17 April 2026 - 05:24 WITA

China Turun Tangan, Dorong Dialog AS-Iran Redam Konflik Timur Tengah

16 April 2026 - 10:20 WITA

Trending di News