Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

DPRD Makassar

Al Hidayat Samsu Harap Pendidikan di Makassar Linear Mulai SD hingga Perguruan Tinggi

badge-check

					Al Hidayat Samsu Harap Pendidikan di Makassar Linear Mulai SD hingga Perguruan Tinggi Perbesar

BERITA.NEWS, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Al Hidayat Samsu menilai mutu pendidikan di Indonesia khususnya di Kota Makassar masih jauh dari harapan dibandingkan dengan negara-negara lain.

“Kalau di Makassar mengatur secara tehnis itu pendidikan formalnya hanya di sekolah, sedangkan pendidikan non formal ada di rumah,” kata Hidayat saat menggelar Sosialisasi Perda nomor 1 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, di Hotel Four Point By Sheraton, Rabu (23/3/2022).

Karena, menurutnya, sistem pendidikan yang harus diterapkan mulai dari keluarga, bagaimana secara tehnis orang tua mendidik anak-anak secara terstruktur agar manfaat pendidikan bisa tercapai.

Sebab, tujuan dari pendidikan itu sendiri adalah berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dalam rangka mencerdaskan peserta didik.

“Kalau mengacu pendidikan kita di Makassar ada sekitar 70 persen anak-anak kita apa yang dipelajari sangat berbeda dengan apa yang dikerjakan,” ujarnya.

“Pendidikan kita tidak linear di Indonesia khususnya di Makassar, jadi tidak perlu banyak mata pelajaran agar apa yang difokuskan bagi peserta didik bisa dipacu hingga sampai ke perguruan tinggi,” tambah Hidayat.

Baca Juga :  Lepas JCH Makassar, Munafri Ingatkan Jaga Niat dan Kesehatan

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu pernah menyampaikan ke pemerintah kota bahwa pendidikan di Makassar harus linear, mulai SD, SMP, SMA sampai ke perguruan tinggi sehingga tingkat kefokusan anak-anak bisa selaras dalam kepribadian dan keterampilannya.

“Kemudian kompetensi dasar yang diterapkan oleh guru di Makassar juga adalah knowledge, skill dan attitude. Agar keseimbangan antara sikap, keterampilan dan pengetahuan untuk membangun soft skill dan hard skills bisa tercapai, misalnya di SD harus attitude dulu, SMP baru fokus ke Skill, nanti di SMA barulah knowledge dikembangkan,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber, Muhammad Agus menyampaikan bahwa pendidikan menjadi tanggungjawab orang tua yang dimulai dari keluarga, bukan dibebankan sepenuhnya kepada sekolah.

Namun, kata dia, hal ini tentu harus ditopang dengan proses yang bermutu dari tenaga pendidik di sekolah, agar para orang tua tidak terlalu kesulitan dalam mengajar anak-anak di rumah.

“Kita berharap penyelenggaraan pendidikan di kota Makassar betul-betul bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat agar potensi sejak dini hingga ke jenjang lebih tinggi bisa linear seperti yang disampaikan anggota dewan kita (Al Hidayat Samsu),” paparnya.

Kemudian hadir juga, Korkab PKH Barru, Basri. Ia mengatakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan maka diperlukan peran serta orang tua dalam membantu proses pendidikan dasar anak di lingkup keluarga.

“jika ingin meningkatkan kualitas pendidikan, peningkatan kualitas guru, sarana dan prasarana, jumlah guru, kesejahteraan guru, serta bangunan fisik harus memadai. Itu dulu yang harus pemerintah utamakan,” pungkasnya. (*)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lepas JCH Makassar, Munafri Ingatkan Jaga Niat dan Kesehatan

29 April 2026 - 13:38 WITA

RW 01 Kompleks CV Dewi Dinilai Layak Wakili Makassar di Lomba Satkamling Tingkat Polda Sulsel

29 April 2026 - 07:05 WITA

May Day 2026, Pemkot Makassar Fasilitasi Perayaan Buruh yang Aman dan Inklusif

28 April 2026 - 19:35 WITA

Kepala BGN Sebut Gaji Pencuci Piring MBG Lebih Tinggi dari Guru Honorer: Rp 2,4 Juta Sampai Rp 3,5

28 April 2026 - 18:12 WITA

Groundbreaking Mixed-Use Mal Ratu Indah, Munafri: Simbol Pertumbuhan Ekonomi Makassar

28 April 2026 - 13:10 WITA

Trending di Makassar