Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Ekobis

Inflasi Sulsel Februari 2022 Sebesar 2,31% (yoy), Tertinggi di Kabupaten Bone

badge-check

					Inflasi Sulsel Februari 2022 Sebesar 2,31% (yoy), Tertinggi di Kabupaten Bone Perbesar

BERITA.NEWS,Makassar– Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat Inflasi per Februari 2022 capai 2,31 persen (yoy), tertinggi berada di Kabupaten Bone. Jumat (4/3/2022).

Kepala BI Sulsel Causa Iman Karana mengatakan Sulawesi Selatan mengalami inflasi tahunan sebesar 2,31% (yoy) atau berada dalam sasaran inflasi nasional 2022 yaitu 3,0±1%.

“Secara bulanan, Sulsel mengalami deflasi sebesar -0,04% (mtm) atau lebih rendah di bandingkan inflasi pada Januari 2022 yang tercatat sebesar 0,57% (mtm),” ucapnya.

Causa Iman mengatakan dari 5 kota IHK di Sulsel (Bulukumba, Makassar, Palopo, Pare-pare, dan Watampone).

Inflasi spasial tertinggi di alami oleh Kabupaten Watampone sebesar 0,15% (mtm).

“Sedangkan deflasi tertinggi Kabupaten Bulukumba yaitu sebesar -0,26% (mtm). Sementara itu, secara tahun kalender, inflasi Sulsel tercatat sebesar 0,53% (ytd),” sebutnya.

Baca Juga :  PLN Icon Plus Dukung Layanan Andal pada Retret DPRD di Lembah Tidar Magelang

Secara bulanan, deflasi di Sulsel utamanya oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau; Informasi, Komunikasi, dan

Jasa Keuangan; Kesehatan dengan besaran deflasi masing-masing sebesar -0,40%; -0,05%; dan -0,02% (mtm).

“Deflasi yang lebih dalam di bulan ini tertahan oleh inflasi dari Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya; Rekreasi, Olahraga, dan Budaya;

Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin rumah tangga dengan inflasi masing-masing sebesar 0,46%; 0,21%; dan 0,19% (mtm),” jelasnya.

Deflasi Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau memiliki andil deflasi sebesar -0,12%, pengaruhnya harga cabai rawit, telur ayam ras, minyak goreng, cabai merah, dan kacang panjang turun.

“Deflasi Kelompok Makanan disebabkan oleh masuknya pasokan cabai rawit, cabai merah, dan telur ayam ras yang berlimpah pasca panen,” paparnya.

Penurunan harga minyak goreng adanya  Permendag No.6 Tahun 2022 terkait penetapan harga eceran tertinggi minyak goreng sawit dan mulai masuknya pasokan minyak goreng sawit di Sulsel.

“Di sisi lain, deflasi Kelompok Makanan lebih dalam tertahan oleh kenaikan harga bawang merah, gula pasir, air kemasan, ikan cakalang, dan tempe,” pungkasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

PLN Icon Plus Dukung Layanan Andal pada Retret DPRD di Lembah Tidar Magelang

24 April 2026 - 07:34 WITA

PLN Icon Plus Perkuat Profesionalitas Karyawati melalui Program Awareness di Hari Kartini

23 April 2026 - 20:04 WITA

Investor Global Abu Dhabi Ports Group Lirik Potensi Investasi Makassar New Port

23 April 2026 - 11:36 WITA

Nuansa Alam dan Cita Rasa Rumahan, RM Jabar Resto & Cafe Jadi Destinasi Kuliner di Sinjai

18 April 2026 - 19:56 WITA

Rumah Makan

Road To Pekan Reksa Dana, APRDI dan OJK Perkuat Sosedu Bersama Media di Makassar

17 April 2026 - 20:50 WITA

Trending di Ekobis