Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

IDI Sulsel Sebut Pembatasan Pergerakan Jadi Solusi Alternatif Cegah Varian Baru Covid-19

badge-check

					IDI Sulsel Sebut Pembatasan Pergerakan Jadi Solusi Alternatif Cegah Varian Baru Covid-19 Perbesar

Ketua IDI Sulsel Ichsan Mustari (BERITA.NEWS)

BERITA.NEWS,Makassar – Pengendalian Kasus Covid-19 kini dihebohkan dengan munculnya varia baru Omicron yang disebut memiliki resiko infeksi lebih tinggi dan sangat cepat bermutasi. Selasa (1/12/2021).

Varian Omicron dengan kode B.1.1.529 ini pertama kali dilaporkan WHO dari Afrika Selatan akhir bulan November lalu.Tim peneliti independen Technical Advisory Group on SARS-COV-2 Virus Evolution (TAG-VE) memasukkan varian baru ini ke dalam kategori Variant of Concern (VOC).

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia mencatat setidaknya sudah ada 128 kasus terjadi di berbagai negara, seperti Afrika Selatan, Hongkong, Inggris, Italia, Belgia, Portugal, Belanda, Kanada dan Jerman.

Meski belum masuk di Indonesia, mestinya pemerintah mulai mempersiapkan langkah khusus melakukan antisipasi agar varian Omicron tidak menyebar. Pembatasan perjalanan luar negeri bisa jadi salah satu alternatif.

Hal itu senada, dikatakan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Selatan Ichsan Mustari pembatasan perjalanan luar negeri harusnya lebih di perketat lagi oleh pemerintah. Apalagi masyarakat yang keluar masuk dari negara lain.

Lebih lanjut, Ichsan Mustari, menegaskan salah satu strategi penanganan COVID-19 yaitu membatasi pergerakan orang, utamanya orang yang masuk dari luar negeri sebagai bentuk pencegahan masuknya varian Omicron tersebut.

“Saya kira secara regulatif untuk bagaimana membatasi. Dua hal yang selalu saya sampaikan pertama pembatasan pergerakan orang dan protokol kesehatan itu aja terus yang ketiga vaksin,” kata Ichsan.

Sementara itu, Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sulsel, Arman Bausat, mengatakan pihaknya terus memantau jangan sampai varian baru ini juga masuk ke Sulsel.

“Kita pantau terus ini. Kan biasanya kalau ada masuk (varian baru), pasti masuk dulu di pintu gerbang negara. Kalau sudah mulai terdeteksi di Jakarta, otomatis kita harus waspada,” ujarnya.

Andi Khaerul

Loading

Comments

Baca Lainnya

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

24 April 2026 - 09:37 WITA

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

SPMB Sulsel 2026, Disdik Berlakukan Jalur Domisili Radius Zona 1 dan 2

23 April 2026 - 17:56 WITA

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Trending di Daerah