Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

NA Dua Kali Menolak, Uang Ferry Dialihkan Jadi Sumbangan Masjid

badge-check

					NA Dua Kali Menolak, Uang Ferry Dialihkan Jadi Sumbangan Masjid Perbesar

BERITA.NEWS, Makassar — Gubernur Sulsel non aktif, Prof HM Nurdin Abdullah (NA) secara tegas menyebut melakukan penolakan atas pemberian uang dari kontraktor. Termasuk dari Ferry Tanriadi yang justru dialihkan jadi sumbangan masjid.

Fakta tersebut terungkap dalam agenda  pemeriksaan terhadap Nurdin Abdullah (NA) di Ruang Sidang Prof Harifin Tumpa, Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jumat (5/11/2021).

“Waktu itu dia (Ferry) minta waktu ketemu dengan saya melalui salah satu walpri tapi saya tidak diberi tahu namanya, ternyata itu adalah Ferry Tanriadi. Dia tawarkan saya uang operasional tapi saya bilang gak usah, perbaiki kualitas kerjaan saja,” ungkap NA.

Nurdin Abdullah menjelaskan bahwa Ferry Tanriadi beberapa kali menawarkan uang operasional, namun tetap ditolak. Karena didesak oleh Ferry kata Nurdin, ia kemudian meminta uang tersebut untuk dialokasikan ke pembangunan Masjid Ikhtiar Perdos Unhas saja yang saat ini dalam tahap pembangunan.

“Saya bilang kalau mau bantu kasi Masjid Ikhtiar saja. Pada bulan Februari, Syamsul lapor ke saya kalau dia terima Rp2,2 M dari Fery,” jelasnya.

Terkait sumbangan tersebut, kata NA, telah dilaporkan kepada pengurus masjid. “Saya langsung lapor ke panitia karena kebetulan saya juga bagian dari panitia pembangunan masjid itu,” sebutnya.

Baca Juga :  AS Perluas Operasi, Kapal Tanker Iran Disergap di Samudera Hindia

Sebagai panitia, NA memiliki tanggung jawab untuk mengumpulkan uang sebanyak Rp7,5 M demi pembangunan masjid. Sehingga, ia mengaku uang tersebut tak disimpan dalam rekening melainkan disimpan dalam brankas kecil miliknya di rumah pribadi di Perdos Unhas yang berhadapan langsung dengan Masjid Ikhtiar.

“Saya suruh Ferry kasi langsung ke panitia masjid lainnya, saya kirimkan nomor rekening tetapi dia kasi cash. Panitia lainnya juga bilang simpan saja dulu,” beber mantan Bupati Bantaeng dua periode ini.

“Siapa yang bilang simpan dulu,” tanya JPU KPK ke NA.

“Pak Latief,” jawab NA.

Uang senilai Rp2,2 M juga Nurdin tukarkan dengan mata uang Singapura. Sehingga berubah menjadi 190.000 SGD.

“Saya bilang ini uang besar dan brankas saya itu kecil di rumah. Jadi saya bilang tukar ke USD biar bisa muat,” katanya.

Kemudian ada pula penerimaan dari Haeruddin Rp1 M. Jika uang dari Ferry ia akui yang menginisiasi dialokasikan ke pembangunan Masjid Ikhtiar, sementara untuk sumbangan Haeruddin, Nurdin menuturkan bahwa Haeruddin yang meminta untuk dialokasikan membantu masjid.

Selain mengakui sebagai penghubung akan bantuan, Nurdin juga mengungkapkan mewakafkan lahan miliknya untuk pembangunan berbagai masjid, selain tanah untuk diwakafkan, NA juga mengungkap sumbangan berupa dana pribadi.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Drama di Washington Hilton, Tembakan Mendadak, Trump dan Istri Dievakuasi

26 April 2026 - 12:20 WITA

Dua Bulan Terserang Penyakit, Netanyahu Diam-Diam Jalani Perawatan Prostat

25 April 2026 - 12:29 WITA

Darah di Batu Cidu Jeneponto! Tikaman Badik Akhiri Nyawa Pria 46 Tahun, Pelaku Ditangkap Dini Hari

24 April 2026 - 19:44 WITA

penikaman

AS Perluas Operasi, Kapal Tanker Iran Disergap di Samudera Hindia

23 April 2026 - 18:17 WITA

Arab Saudi Berlakukan Denda Rp459 Juta Bagi Pelanggar Aturan Haji

23 April 2026 - 09:57 WITA

Trending di News