Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Tingkatkan Daya Saing dengan Menonjolkan Keunikan Produk Lokal

badge-check

					Tingkatkan Daya Saing dengan Menonjolkan Keunikan Produk Lokal Perbesar

BERITA.NEWS, Makassar – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 27 Oktober 2021 di Makassar, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Produk Lokal Bisa Go Global”.

Program kali ini menghadirkan 620 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari pemilik Bulk Store Artani.id, Ria Lestari Baso; Head of Merchant Community and Engagement Bukalapak, Ian Agisti Dewi Rani; alumni beasiswa luar negeri Kominfo RI, Umar Abdul Aziz; serta Founder Babacakes & Aehara, Haifa Khairunnisza. Adapun, sebagai moderator adalah Tristania Dyah. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550  peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Berikutnya, Haifa Khairunnisza mengawali paparan dengan menyampaikan presentasi berjudul “Peran Literasi Digital di Dunia Marketplace”. Agar sukses berjualan di lokapasar dan membuat pembeli loyal, Haifa menyarankan untuk memberikan pelayanan yang memuaskan. “Karena tidak bertemu langsung dengan pembeli, maka harus responsif. Beberapa sentuhan personal akan memberikan pengalaman yang jauh lebih baik,” ujarnya.

Beranjak ke pembicara selanjutnya, Umar Abdul Aziz membawakan materi dengan topik “Tips dan Trik Keamanan Digital”. Dia membeberkan ragam penipuan daring, salah satunya sniffing, di mana pelaku akan membuat sebuah akses WiFi publik yang dapat diakses banyak orang. Pelaku umumnya akan membuat halaman login yang sangat mirip layanan surel sehingga korban tanpa sadar mengetik alamat surel dan kata sandinya. “Kalau pelakunya lebih canggih lagi, bahkan dapat mengakses perangkat korban seketika WiFi tersambung. Seberbahaya itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bikin Resah, Aliansi Keluarga Petani Indonesia Laporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya

Sebagai pemateri ketiga, Ria Lestari Baso membawakan tema “Peran dan Fungsi e-Market dalam Mendukung Produk Lokal”. Ria menggarisbawahi pentingnya Unique Value Proposition (UVP), di mana produk lokal memiliki kekuatan melalui keunikannya yang dekat dengan budaya, masyarakat dan identitas. “Belajar menemukan keunikan bisnis kita dan menampilkannya dalam produk kita. Jadi, kita punya diferensiasi dan konsumen bisa memilih,” saran dia.

Adapun, Ian Agisti Dewi Rani sebagai pemateri terakhir, menyampaikan topik “Mindset Changing”. Ian menjelaskan aturan 50/30/20 yaitu mengalokasikan 50% pendapatan untuk belanja kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan sekurangnya 20% untuk menabung. “Introspeksi diri apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan. Apakah produk tersebut akan dipakai rutin? Jika iya, berapa kira-kira biaya ketika menggunakan produk tersebut?” urainya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Laili, salah satu peserta kegiatan Literasi Digital menanyakan cara memajukan UMKM di daerah dan cara menjual produk di e-market terlebih pada kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Ria Lestari Baso menyarankan untuk berbagi dan berkolaborasi dengan sesama UMKM. “Di masa-masa sulit seperti ini, kalau sendirian berat rasanya. Kita kolaborasikan dan manfaatkan setiap momentum, misalnya jelang akhir tahun bareng-bareng bikin hampers,” ujarnya.  Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Pertamina Kaji Ulang Harga BBM Termasuk Pertamax

19 April 2026 - 19:15 WITA

Lebanon Selatan Kembali Membara, 1 Tentara Israel Tewas 9 Terluka

19 April 2026 - 15:58 WITA

Tuduh AS Ingkari Komitmen Negosiasi, Iran Tutup Kembali Selat Hormuz

18 April 2026 - 19:12 WITA

Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Komersial Kembali Normal

18 April 2026 - 08:32 WITA

Bikin Resah, Aliansi Keluarga Petani Indonesia Laporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 19:45 WITA

Trending di News