Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Tambang di Desa Popo kembali Beraktivitas, Warga: Heran, Padahal sudah di Police Line!

badge-check

					Warga usir paksa penambang di Dusun Popo. (BERITA.NEWS). Perbesar

Warga usir paksa penambang di Dusun Popo. (BERITA.NEWS).

BERITA.NEWS, Takalar – Aktivitas tambang liar di Galesong Selatan semakin marak dan seolah tidak diperhatikan, baik dari pihak Pemerintah maupun oleh Aparat Kepolisian Kabupaten Takalar. Pada Selasa (6/8) kemarin beberapa mobil dum keluar masuk mengangkut pasir dan timbunan di dua Dusun yakni Popo dan Terang-terang .

Salah seorang warga Desa Popo yang minta namanya dirahasiakan mengeluhkan aktivitas tambang yang sudah pernah ditutup warga ini. Namun meski sudah pernah ditutup, tambang tersebut beroperasi kembali.

“Kami heran ini, karena waktu ditutup sama warga Desa juga dikasi Police Line (garis polisi). Tapi kok bisa beroperasi kembali. Setahu kami pemerintah setempat pernah rapat menolak penambangan. Kenapa na adaji lagi ini” keluhnya.

Baca Juga :  Zero Halinar Digencarkan, Rutan Barru Gelar Tes HIV Serentak bagi Warga Binaan

Warga desa yang berprofesi sebagai petani ini berharap Tim Terpadu Takalar bertindak tegas dan tidak tutup mata melihat kedua tambang liar yang ada di Desa Pesisir ini.

“Kami minta tim terpadu segera menertibkan Tambang liar yang sudah meresahkan ini” tambahnya, Rabu (7/8/2019).

Sementara pihak pemerintah Desa yang dikonfirmasi melalu telpon mengatakan bahwa memang telah dilakukan penutupan dan rapat penolakan tambang warga desa dan Pemerintah Desa, juga telah dikomunikasikan ke Polres Takalar.

“Iya benar kami telah melaksanakan rapat penolakan bersama warga, juga ini sudah ditangani oleh Polres Takalar. Soal ijinnya beroperasi kembali kita tidak tahu. Insya Allah besok kita rapat lagi soal masalah ini” Kata Rustam saat dikonfirmasi.

Terlihat alat berat ekskavator dua unit beroperasi di Dusun Terang-terang dan di Dusun Popo. Keberadaan kedua tambang tersebut mengancam lahan pertanian disekitarnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Mahasiswa Gowa: Inisial BK Disebut “Biang Kerok” Persoalan Daerah

21 April 2026 - 16:13 WITA

Fahim Jenlap Poros Pemuda Berlawan (Pemula) yang melakukan unjuk rasa didepan kantor Bupati Gowa. Foto: Ist

Demo Memanas di Gowa! Massa Kepung Kantor DPRD, Desak Pansus Usut Dugaan Pelanggaran

21 April 2026 - 13:49 WITA

Zero Halinar Digencarkan, Rutan Barru Gelar Tes HIV Serentak bagi Warga Binaan

20 April 2026 - 15:42 WITA

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Trending di Daerah