Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Ekobis

Tol Listrik Flores Sepanjang 864 Km Beroperasi Maksimal

badge-check

					Infrastruktur ketenagalistrikan Tol Listrik Flores milik PT Perusahaan Listrik Negara di Nusa Tenggara Timur. (ANTARA/HO-PLN) Perbesar

Infrastruktur ketenagalistrikan Tol Listrik Flores milik PT Perusahaan Listrik Negara di Nusa Tenggara Timur. (ANTARA/HO-PLN)

BERITA.NEWS, Jakarta – PT Perusahaan Listrik Negara telah mengoperasikan Tol Listrik Flores yang membentang sepanjang 864 kilometer sirkuit (kms) dari Labuan Bajo sampai Maumere di Nusa Tenggara Timur.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara PLN Syamsul Huda mengatakan infrastruktur ketenagalistrikan itu berkapasitas 225 megavolt ampere (MVA) yang diharapkan dapat menarik investasi dan mendongkrak perekonomian di Pulau Flores dan sekitarnya.

“Kami percaya listrik merupakan energi yang menggerakkan kehidupan dan berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Syamsul Huda dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (31/7/2021).

Sistem kelistrikan di Pulau Flores saat ini memiliki daya mampu sebesar 104,1 megawatt (MW) dengan beban puncak untuk melayani pelanggan total sebesar 71,6 MW.

Selama ini pembangkit di Flores masih terpisah dalam dua sistem, yakni Sistem Flores Bagian Barat dan Sistem Flores Bagian Timur.

Huda menjelaskan Sistem Flores Bagian Barat memiliki kapasitas total pembangkit 40,7 MW yang terdiri dari PLTMG Rangko 23 MW dan PLTD Golobilas 3,4 MW di Labuan Bajo, PLTP Ulumbu 10 MW, PLTD Faobata Bajawa 2,2 MW di Kabupaten Manggarai serta pembangkit lainnya.

Sistem Flores Bagian Timur memiliki kapasitas total 63,4 MW dengan pembangkit berupa PLTMH Ndungga 2 MW, PLTS Wewaria 1 MW, PLTD Mautapaga 3 MW, PLTU Ropa 14 MW di Ende; dan PLTS Waeblerer 1 MW, PLTD Wolomarang 3 MW, serta PLTMG Maumere 40 MW di Kabupaten Sikka.

Penggabungan kedua sistem ketenagalistrikan itu meningkatkan keandalan energi di Flores. Selain itu, penggabungan juga membuat sistem ketenagalistrikan menjadi lebih efisien dan dapat menurunkan biaya operasi sekitar 3-4 persen.

PLN menghabiskan anggaran senilai Rp1,1 triliun dalam membangun infrastruktur Tol Listrik Flores tersebut.

Saat ini, rasio elektrifikasi di Nusa Tenggara Timur mencapai 88,82 persen dan rasio desa berlistrik telah mencapai 96,57 persen per Juni 2021.

“Kendala utama yang dihadapi di lapangan selain pembebasan lahan tapak tower juga tantangan geografis pada saat proses konstruksi, seperti membawa material baik untuk pembangunan pondasi, pemasangan tower, dan proses penarikan kabel karena akses untuk mencapai lokasi masih dilakukan dengan memaksimalkan tenaga manusia dan metode yang sederhana,” ungkap Huda.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

PLN Icon Plus Dukung Layanan Andal pada Retret DPRD di Lembah Tidar Magelang

24 April 2026 - 07:34 WITA

PLN Icon Plus Perkuat Profesionalitas Karyawati melalui Program Awareness di Hari Kartini

23 April 2026 - 20:04 WITA

Investor Global Abu Dhabi Ports Group Lirik Potensi Investasi Makassar New Port

23 April 2026 - 11:36 WITA

Nuansa Alam dan Cita Rasa Rumahan, RM Jabar Resto & Cafe Jadi Destinasi Kuliner di Sinjai

18 April 2026 - 19:56 WITA

Rumah Makan

Road To Pekan Reksa Dana, APRDI dan OJK Perkuat Sosedu Bersama Media di Makassar

17 April 2026 - 20:50 WITA

Trending di Ekobis