BERITA.NEWS,Makassar– Negara Kanada dan R.R. Tiongkok masih jadi pemodal atau investor terbesar di Sulawesi Selatan. Total investasi keduanya mencapai Rp 1,347 triliun lebih, sektor usahanya berada di Luwu timur dan Banteng.
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulsel merilis realisasi investasi triwulan pertama hingga kedua Januari – Juni menempatkan dua negara tersebut di urutan paling atas. Kanada Rp 997,226 miliar dan R.R. Tiongkok Rp 350,357 miliar dan Singapura Rp 259,180 miliar.

“Kita lihat di triwulan kedua Singapore agak kurang tetapi secara umum satu semester Singapore sebagai salah satu negara memiliki investasi cukup besar,” ucapnya. Kamis (29/7/2021).
“Tidak ada kata lelah membuat investasi di Sulawesi Selatan sehingga suasana kondusif atau ramah investasi itu jadi modal kita semua menarik para investor,” kata Jayadi.
Khusus di Triwulan Kedua April – Juni Negara Kanada berada di urutan pertama realisasi investasi sebesar Rp 503,629 miliar, diikuti R.R. Tiongkok Rp 160,628 miliar, Australia Rp 123,442 miliar, Belanda Rp 115,026 miliar dan Malaysia Rp 92,623 miliar.
Adapun lokasi pengerjaan investasi asing di Sulsel triwulan II, Pertama Negara Kanada di Luwu timur kuasai sektor pertambangan PT Vale, R.R. Tiongkok industri logam perusahaan smelter huadi di Bantaeng, Australia Perusahaan Masmindo Dwi Area tambang Emas di Luwu.
Selanjutnya, Belanda Sektor Usaha bidang Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi nama perusahaan Hutchison 3 Indonesia di Makassar dan Malaysia juga berada di bidang yang sama perusahaan XL Axiata di Makassar.
Andi Khaerul
![]()





























