Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Diduga Depresi Penyakit Yang dialami, Gadis Cantik di Bone Gantung Diri

badge-check

					Petugas saat berada di lokasi gantung diri tersebut di Dusun Paccing, Desa Paccing. Perbesar

Petugas saat berada di lokasi gantung diri tersebut di Dusun Paccing, Desa Paccing.

BERITA.NEWS, BONE – Warga dusun Paccing, Desa Paccing dihebohkan saat Idawati (42) hendak membangunkan putrinya, Ikayani (19) lantaran memasuki magrib, Selasa Petang, 23 Maret 2021.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Berita.News, saat itu Idawati masuk ke kamar putrinya di rumahnya. Idawati histeris. Dia menemukan leher putrinya tergantung dengan seutas tali nilon putih, yang diikatkan di palang balok rumahnya. Disekitarnya, nampak juga kursi plastik merah di dekatnya. Diduga digunakan untuk bertumpu.

Mendengar jeritan mertuanya, Suardi (29), bergegas menemui mertuanya. Dia pun dengan sigap menurunkan tubuh adik iparnya. Sayangnya, gadis yang masih duduk di bangku SMA itu sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Kapolsek Awangpone, AKP Agus bersama Kanit Reskrim, Kanit IK, SPKT, dan personel Inafis Satuan Reskrim Polres Bone langsung meluncur mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Sesuai hasil olah TKP, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dokter Puskesmas Paccing, Kecamatan Awangpone melakukan pemeriksaan luar terhadap korban di rumahnya. Pihak keluarga puh menolak unutk autopsi,” ungkapnya.

Agus juga bilang bahwa, sesuai keterangan pihak keluarga, korban diduga mengalami depresi.

“Sesuai keterangan keluarga korban dia diduga depresi karena sekira 3 bulan lalu mengalami sakit kepala namun tak pernah memeriksakan diri, serta selalu berdiam diri, termenung dan bersedih,” terangnya Agus.

Loading

Comments

Baca Lainnya

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Kreativitas Tanpa Batas, Warga Binaan Rutan Barru Hasilkan Mebel dan Jasa Cuci Kendaraan

22 April 2026 - 12:27 WITA

Telkomsel Hadirkan Paket RoaMAX Haji 2026, Siap Jaga Koneksi Jamaah di Tanah Suci

22 April 2026 - 09:29 WITA

Intip Sosok Iptu Haryanto, Jabat Kasat Reskrim Takalar

21 April 2026 - 22:27 WITA

Serah terima jabatan Iptu Haryanto sebagai kasat Reskrim Polres Takalar. Foto: Ist.

Mahasiswa Gowa: Inisial BK Disebut “Biang Kerok” Persoalan Daerah

21 April 2026 - 16:13 WITA

Fahim Jenlap Poros Pemuda Berlawan (Pemula) yang melakukan unjuk rasa didepan kantor Bupati Gowa. Foto: Ist
Trending di Daerah