Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pendidikan

UPA, UIM dan SOIna Teken MoU Neurosains Terapan

badge-check

					MoU UPA, UIM dan SOIna menggalakkan Neurosains Terapan (BERITA.NEWS/Andi Khaerul). Perbesar

MoU UPA, UIM dan SOIna menggalakkan Neurosains Terapan (BERITA.NEWS/Andi Khaerul).

BERITA.NEWS, Makassar – Ilmu Neurosains Terapan kini mulai dilirik sebagai metode baru pengembangan pola pikir dalam dunia pendidikan. Mulai dari tingkat anak-anak hingga lingkungan kampus atau perguruan tinggi.

Universitas Patria Artah (UPA), Universitas Islam Makassar (UIM) dan Special Olympic Indonesia (SOlna) atau lembaga yang mewadahi olahragawan disabilitas telah melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) Neurosains Terapan di Lantai 4 Kampus UPA, Selasa (15/12/2020).

Ketua Special Olympics Indonesia (SOIna) Sulsel Majda M Zain yang juga Rektor UIM mengatakan tingginya angka penyandang disabilitas intelektual di Indonesia maka diperlukan satu wadah untuk mendukung upaya-upaya yang dilakukan memandirikan penyandang disabilitas intelektual sebagai anak bertalenta khusus.

Menurutnya, penerapan Neurosains sangat menarik dipakai sebagai metode ajar di perguruan tinggi. Mengingat, kampus UIM juga punya jurusan pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) dinilai pas untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa.

Baca Juga :  UTBK 2026, Rektor Unhas Ancam Pidana hingga Pemecatan Jika Terbukti Main Curang

“Kolaborasi kerjasama ini antara Universitase Islam Makassar, Universitas Patria Artha dan Special Olympics Indonesia (SOina) kita bisa membantu anak bangsa penyandang disabilitas intelektual bertalenta khusus,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor UPA Bastian Lubis mengatakan pihaknya telah melakukan kerjasama lebih 100 institusi. Hanya saja lebih banyak di luar daerah. Sulsel sendiri diakuinya masih sangat kurang yang menerapkan neurosains.

“Yang anak-anak kita sudah meriset kurang lebih hampir 12 ribu anak, 6 ribu orang dewasa. Jadi neurosains terapan ini merupakan suatu terobosan baru melihat kematangan berpikir seseorang. Ada yang namanya nanti hipnoterapi, terapi gelombang otak jadi kita rileks beban tidak ada,” ujarnya.

“Di Sulsel belum, karena penyebaran kita belum massif ya jadi kita lagi mencari kader-kader yang bisa kader untuk instruktur jadi konsultan. Siapapun boleh. Sehingga kematangan otak masyarakat Indonesia 25 tahun nanti dari sekarang itu berubah. Jadi bisa ada kesempatan mengisi generasi ini,” pungkasnya.

– ANDI KHAERUL

Loading

Comments

Baca Lainnya

UTBK 2026, Rektor Unhas Ancam Pidana hingga Pemecatan Jika Terbukti Main Curang

21 April 2026 - 15:50 WITA

HUMANISTIK UMSi Gelar HDC Season 2, Mahasiswa se-Indonesia Adu Gagasan di Sinjai

13 April 2026 - 13:53 WITA

debat mahasiswa

98 Siswa SMPN 23 Sinjai Ikuti Ujian TKA, Sekolah Tekankan Evaluasi Kompetensi

9 April 2026 - 17:28 WITA

ujian-tka

Madrasah Aliyah Pesantren Wadi Mubarak Gareccing Laksanakan Ujian Madrasah Berbasis Kertas

8 April 2026 - 19:52 WITA

ujian

Datang Diam-Diam, Chaca Siswi Berprestasi Ini Tinggalkan “Warisan” di SMPN 7 Sinjai

1 April 2026 - 22:45 WITA

penulis buku
Trending di Pendidikan