Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

Pasca Pelemparan Molotov di Dua Pos Polisi, Polda Sulsel Ingatkan Personelnya Untuk Lebih Waspada

badge-check

					Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo. (Istimewa) Perbesar

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo. (Istimewa)

BERITA.NEWS, Makassar–Pasca terjadinya pelemparan bom molotov ke pos polisi di Makassar dan Gowa, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengingatkan personelnya untuk lebih meningkatkan kewaspadaan.

“Adanya sejumlah permasalahan yang terjadi, tentunya juga sudah menjadi kajian buat kita semua untuk lebih waspada dalam bertugas,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo saat ditemui awak media di kantornya, Senin 14 Desember 2020.

Ibrahim mengatakan, kesiagaan personel di lapangan tetap terbilang tinggi lantaran masih dalam status pengamanan Pilkada serentak 2020.
Hanya saja dengan peningkatan kewaspadaan tersebut tidak mesti dengan penambahan personel di lapangan.

“Terpenting adalah standar pengamanan dan kewaspadaan itu lebih ditingkatkan dan tidak ada hal yang spesifik yang kita lakukan di lapangan,” katanya

Baca Juga :  Panitia Ajak Alumni di Seluruh Indonesia Meriahkan Mubes IKA Unhas

“Apalagi ini kan memang masih banyak agenda-agenda tugas yang harus diselesaikan sehingga sistem itu sudah berjalan,” sambungnya Ibrahim.

Sebelumnya diberitakan, sebuah bom berdaya ledak ringan, membuat sebuah pos polisi lalu lintas di dekat flyover di bilangan AP Pettarani-Urip Sumohardjo, kota Makassar dan Pos Polantas Gowa terbakar.

Informasi yang dihimpun, kejadian itu diperkirakan terjadi sekira pukul 04.30 Wita dini hari, Ahad 13 Desember 2020.
Polisi pun menyebut bahwa pelakunya adalah orsng tak dikenal (OTK).

Kuat dugaan perusakan itu dilakukan untuk memprovokasi. Pasalnya, setelah melempar, sebuah pesan ditinggalkan pelaku pada sebuah kertas yang ditulis dengan spidol. Nadanya provokatif.

“Ini hanyalah perayaaan kecil-kecilan untuk setiap kebrutalan kalian yang membekas di ingatan,” kemudian ditambah sebuah kalimat, “polisi adalah baji***”.(Sup)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Polres Maros Buka Suara, Isu Tangkap Lepas Pelaku Narkoba Dibantah Keras

19 April 2026 - 09:58 WITA

Panitia Ajak Alumni di Seluruh Indonesia Meriahkan Mubes IKA Unhas

18 April 2026 - 21:55 WITA

Tuduh AS Ingkari Komitmen Negosiasi, Iran Tutup Kembali Selat Hormuz

18 April 2026 - 19:12 WITA

Waspada! Nama Wawali Makassar Aliyah Dicatut untuk Penipuan

18 April 2026 - 16:01 WITA

Mensos RI Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat MA 26 Makassar

18 April 2026 - 14:18 WITA

Trending di Makassar