Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

RS Bhayangkara Semarang Miliki Lab FCR, Kapolda: Sangat Dibutuhkan Saat Pandemi

badge-check

					Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Ahmad Luthfi meresmikan layanan laboratorium PCR dan ruang pelayanan Forklin di RS Bhayangkara Semarang. () Perbesar

Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Ahmad Luthfi meresmikan layanan laboratorium PCR dan ruang pelayanan Forklin di RS Bhayangkara Semarang. ()

BERITA.NEWS, Semarang – Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Semarang kini memiliki Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk penanganan Covid-19. Selain itu, rumah sakit ini juga membuka ruang pelayanan Forensik Klinik (Forklin).

Lab PCR dan ruang pelayanan Forklin ini diresmikan langsung Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Ahmad Luthfi, Jumat (13/11/2020).

Diharapkan, kedua layanan tersebut bisa meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan terhadap semua anggota Polri dan masyarakat umum.

Menurut Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Ahmad Luthfi, PCR akan mendeteksi material genetik virus Corona dan mendiagnosa Covid-19.

“Pada situasi pandemi saat ini, sangat dibutuhkan pemeriksaan PCR. Tujuannya, mengetahui segera apabila seseorang terpapar Covid-19. Jadi bisa segera diisolasi dan dilakukan tracking sehingga penularan bisa kita hindari,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala RS Bhayangkara Semarang Kombes Pol Dr dr Sumy Hastry menjelaskan, laboratorium PCR RS Bhayangkara memiliki luas 37 meter persegi yang terdiri dari 3 ruangan.

Baca Juga :  Pengamanan May Day Diperketat, Polres Maros Siapkan Ini

“Ruang 1 penerimaan sample dan ekstraksi sample, ruang 2 merupakan ruang mixing reagen, dan ruang 3 ruang untuk pemeriksaan PCR,” kata Sumy Hastry.

Dijelaskannya, laboratorium ini memiliki kapastias pemeriksaan mencapai 100-150 sampel per hari dengan waktu pemeriksaan paling cepat satu hari dan maksimal tiga hari.

“Laboratorium PCR milik RS Bhayangkara masih menunggu proses sertifikasi dari Kemenkes agar terdaftar sebagai Laborat jejaring Kemenkes,” ujarnya.

Sedangkan untuk Forensik Klinik (Forklin) merupakan salah satu program unggulan baru di akhir tahun 2020 yaitu RS Bhayangkara Semarang sebagai rumah sakit ramah perempuan dan anak.

Sumy Hastry menjelaskan, layanan ini ditujukan untuk memberi pelayanan terpadu dan komprehensif bagi korban kekerasan seksual pada perempuan dan anak yang melibatkan berbagai stakeholder yaitu aspek medis medicolegal, aspek hukum, penanganan psikologi dan penanganan penyidikan.

“Layanan Forensik Klinik (Forklin) merupakan salah satu program unggulan baru di akhir tahun 2020 yaitu RS Bhayangkara Semarang sebagai rumah sakit ramah perempuan dan anak,” jelas Sumy Hastry.

– YON

Loading

Comments

Baca Lainnya

Pengamanan May Day Diperketat, Polres Maros Siapkan Ini

29 April 2026 - 09:32 WITA

HBP ke-62, Rutan Masamba Perkuat Komitmen Pelayanan Prima

27 April 2026 - 17:57 WITA

Gerobak Usaha Hasil Pembinaan Ramaikan HBP ke-62 di Rutan Barru

27 April 2026 - 17:40 WITA

Sipropam Polres Maros Ingatkan Personel Bijak Bermedsos

27 April 2026 - 10:10 WITA

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Trending di Daerah