Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pendidikan

Seleksi Ketat Mahasiswa Perawat UPA Raih Sertifikasi CGRN, Lulusan Dijamin Siap Kerja

badge-check

					Rektor UPA dan Kadis Kesehatan Sulsel meninjau praktek mahasiswa perawat UPA melakukan penanganan medis. Perbesar

Rektor UPA dan Kadis Kesehatan Sulsel meninjau praktek mahasiswa perawat UPA melakukan penanganan medis.

BERITA.NEWS, Makassar – Universitas Patria Artha (UPA) tak henti-hentinya membuat terobosan baru. Kali ini uji kompetensi perawat dengan predikat Certified Generic Register Nurse (CGRN) dibuka di kampus tersebut, Rabu (26/8/2020).

Rektor UPA Bastian Lubis mengatakan perawat dengan sertifikasi CGRN tersebut merupakan kampus yang pertama kali di Indonesia. Sehingga, kemampuan dan kompetensi jebolan tersebut dijamin kompeten.

“Bisa dibilang, se-Indonesia baru pertama. Mereka ini bisa membuka praktek sendiri, dijamin sudah siap kerja, kalau tidak bisa kita tarik kembali, setelah semester 3 saja kita lawan sarjana bisa karena latihannya tiap hari itu latihan terus,” ucapnya.

Bastian mengatakan uji kelulusan tenaga perawat yang ingin mendapatkan predikat CGRN ini butuh proses seleksi yang ketat. Tidak bisa bertahan dinyatakan gagal.

“Certified Generic Register Nurse (CGRN) ini sangat ketat tahun lalu nda ada yang lulus, ini gak main-main negara yang buat. Kali ini ada 18 yang ikut. Sebelumnya ada juga tapi gak ada yang kompeten. Kalau nda kompeten dia keluar. Ini khusus perawat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel Ichsan Mustari menyebut sertifikasi CGRN yang diterapkan UPA sangat membantu dalam peningkatan SDM khususnya tenaga perawat.

“Nah sertifikat ini saya lihat baik sekali dalam rangka menguatkan keterampilan tenaga medis. Memang di tenaga medis itu spesifikasi keterampilan yang perlu dikuasai. Ini kita butuhkan dan untuk menilai, Alhamdulillah kita lihat tadi mereka betul-betul didorong keterampilannya untuk jalankan profesi perawat,” kata Ketua IDI Sulsel tersebut.

Menurutnya, pemerintah harus hadir mendorong profesionalisme perawat saat ini. Seperti yang dilakukan UPA dengan sertifikasi CGRN tersebut.

“Ini kita mau dorong kedepannya bagaimana profesional perawat ini lebih dikuatkan. Saya kira memang semua fasilitas kesehatan, bahkan klinik karena kita tau, tantangan ke depannya,” pungkasnya.

. ANDI KHAERUL

Loading

Comments

Baca Lainnya

HUMANISTIK UMSi Gelar HDC Season 2, Mahasiswa se-Indonesia Adu Gagasan di Sinjai

13 April 2026 - 13:53 WITA

debat mahasiswa

98 Siswa SMPN 23 Sinjai Ikuti Ujian TKA, Sekolah Tekankan Evaluasi Kompetensi

9 April 2026 - 17:28 WITA

ujian-tka

Madrasah Aliyah Pesantren Wadi Mubarak Gareccing Laksanakan Ujian Madrasah Berbasis Kertas

8 April 2026 - 19:52 WITA

ujian

Datang Diam-Diam, Chaca Siswi Berprestasi Ini Tinggalkan “Warisan” di SMPN 7 Sinjai

1 April 2026 - 22:45 WITA

penulis buku

Tembus Juara 4, Hairil Siswa SMPN 23 Sinjai Ukir Prestasi di Pemilihan Duta Pelajar Sinjai 2026

30 Maret 2026 - 19:37 WITA

duta pelajar
Trending di Pendidikan