Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Tinjau Rapid Test Massal Pasar Terong, Gubernur Sulsel: Yang Reaktif Isolasi di Hotel

badge-check

					Gubernur Sulsel meninjau rapid test massal di Pasar Terong Kota Makassar. Perbesar

Gubernur Sulsel meninjau rapid test massal di Pasar Terong Kota Makassar.

BERITA.NEWS, Makassar – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) meninjau langsung rapid test massal di Pasar Terong, Kota Makassar, yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Kamis (14/5/2020).

Rapid test tersebut merupakan bantuan dari berbagai pihak yang masuk ke Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulsel. Selanjutnya disalurkan ke tiap-tiap daerah. Sebelumnya rapid test juga sudah dilakukan di pasar sentral.

NA mengatakan rapid test massal tersebut dimaksudkan untuk meminimalisir meluasnya virus mematikan itu, juga sebagai upaya untuk pemetaan penyebaran virus Covid-19.

“Sekarang kita secara berbarengan ya, di samping kita melakukan PSBB, kita juga secara masif melakukan rapid test juga, PCR supaya kita cepat bisa memetakan,” ucap NA.

Menurutnya, semua hasil rapid test massal yang dinyatakan reaktif akan diikutkan pada program wisata Covid-19. Wisata Covid-19 atau isolasi di hotel-hotel yang telah disiapkan pemerintah.

“Ada namanya program kita wisata Covid-19. Semua yang terjaring reaktif itu kita masukkan di wisata Covid-19, terutama yang tidak ada gejala,” ungkapnya.

Melalui program rapid test massal ini diharapkan bisa menjaring semua Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP). Kalau belum terjaring semua dinilai sulit untuk memutuskan mata rantai penularan.

“Harapan kita kalau ini semua sudah terjaring ya tentu ada beberapa sektor-sektor yang mungkin sudah bisa kita longgarkan. Kalau ini belum, saya kira sulit, karena kita takut fase kedua,” katanya.

“Makanya walaupun dia sudah mulai melandai, tapi kita harus pastikan bahwa tidak ada lagi OTG OPD yang terus berkeliaran. Mudah-mudahan ini hari ketiga dan terus kita lakukan,” pungkas NA.

. Andi Khaerul

Loading

Comments

Baca Lainnya

Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Komersial Kembali Normal

18 April 2026 - 08:32 WITA

Bikin Resah, Aliansi Keluarga Petani Indonesia Laporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 19:45 WITA

Iran Gulung 35 Orang Jaringan Mata-mata Mossad di Enam Provinsi

17 April 2026 - 05:24 WITA

China Turun Tangan, Dorong Dialog AS-Iran Redam Konflik Timur Tengah

16 April 2026 - 10:20 WITA

Blokade Memanas, Negara Teluk Desak AS Buka Jalur Diplomasi

15 April 2026 - 08:20 WITA

Trending di News