Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Usai Main Kembang Api, Warga Jeneponto Ditikam

badge-check

					Kasubag humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul. (BERITA.NEWS/Muh Ilham). Perbesar

Kasubag humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul. (BERITA.NEWS/Muh Ilham).

BERITA.NEWS, Jeneponto – Malam pergantian tahun baru di Kabupaten Jeneponto diwarnai aksi saling tikam. Perkelahian dua kelompok di Dusun Bontomanai, Desa Bulusuka, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto, mengakibatkan beberapa warga terluka akibat senjata tajam

Korban luka bernama Sanggu (50), Sodding (49) dan Sumarlin (43). Ketiga korban masing-masing warga Dusun Bontomanai.

Kasubag humas Polres Jeneponto AKP Syahrul membenarkan peristiwa ini. Kata dia, bermula saat sekelompok orang merayakan malam pergantian tahun dan membakar kembang api disalah satu rumah warga bernama Baharuddin.

Namun sekelompok orang itu ditegur untuk tidak menyalakan kembang api, lantaran ada warga yang sedang sakit.

“Mereka sudah ditegur untuk tidak menyalakan kembang api karena ada anak kecil dan orang tua sementara sakit,” kata Syahrul, Kamis, (2/2/2020).

Namun teguran itu tidak dihirau, mereka tetap melanjutkan menyalakan kembang api diatas bukit dekat rumah Baharuddin. Saat akan kembali ke rumah Baharuddin usai menyalakan kembang api, sekelompok pemuda itu dihadang oleh dua orang warga.

Baca Juga :  China Turun Tangan, Dorong Dialog AS-Iran Redam Konflik Timur Tengah

Dia dihadang oleh Ramang Dg Lallo dan Samaila Dg Gassing. Saat itu, terjadi pertengkaran mulut yang berujung perkelahian.

Akibatnya, beberapa orang mengalami luka tusuk dan sabetan parang di beberapa bagian tubuhnya. Selain itu 2 buah rumah ikut rusak saat peristiwa itu.

“Tiga korban saat ini menjalani perawatan di tiga rumah sakit berbeda. Namun belum diketahui pasti korban siapa dirawat dimana,” ucapnya.

Menurutnya, kasus perkelahian ini dipicu karena pelaku Ramang bersama Samaila merasa terganggu dengan suara kembang api hingga terjadi perkelahian.

“Kami sudah melakukan imbau kepada kedua pihak yang bertikai agar permasalahan tersebut tidak berkembang dan menyerahkan penanganannya kepada kami,” pungkasnya.

Sampai saat ini Polisi masih mendalami peristiwa tersebut untuk mengungkap fakta kejadian serta mengurai fakta2 untuk menentukan pelaku serta pengembangan untuk proses hukum selanjutnya.

  • Muh Ilham

Loading

Comments

Baca Lainnya

Bikin Resah, Aliansi Keluarga Petani Indonesia Laporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 19:45 WITA

Iran Gulung 35 Orang Jaringan Mata-mata Mossad di Enam Provinsi

17 April 2026 - 05:24 WITA

China Turun Tangan, Dorong Dialog AS-Iran Redam Konflik Timur Tengah

16 April 2026 - 10:20 WITA

Blokade Memanas, Negara Teluk Desak AS Buka Jalur Diplomasi

15 April 2026 - 08:20 WITA

Ngopi Bareng Warga, Kapolrestabes Makassar Serap Aspirasi dan Perkuat Kamtibmas di Tallo

14 April 2026 - 12:07 WITA

Trending di News