Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Mendagri Tito: Data Dukcapil Bantu Penanganan Kasus Kejahatan

badge-check

					Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian memegang contoh Kartu Tanda Penduduk Elektronik (Antara/HO/Puspen Kemendagri) Perbesar

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian memegang contoh Kartu Tanda Penduduk Elektronik (Antara/HO/Puspen Kemendagri)

BERITA.NEWS, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian menyatakan pemanfaatan data kependudukan yang dilakukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sangat membantu penanganan kasus kejahatan di Indonesia.

Menurut dia, pemanfaatan data Dukcapil telah bermanfaat bagi Kementerian/Lembaga yang menggunakannya termasuk di institusi Polri.

“Ini membanggakan kita. Mereka menggunakan data Dukcapil untuk menjadi data awal kegiatan-kegiatan mereka. Saya sendiri sebagai mantan Kapolri sangat mengetahui bagaimana manfaat dari data Dukcapil,” kata Mendagri saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional Big Data Kependudukan Wujudkan Indonesia Maju di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Tito mencontohkan sebelum berlakunya sistem Dukcapil, Polri sempat merasa kesulitan dalam menemukan pelaku bom bunuh diri di Bali. Kendati sidik jari dan gambar wajah pelaku telah teridentifikasi.

“Karena belum ada sistem, makanya kami mencari manual siapa orangnya,” ujar Tito.

Tapi kondisi berbeda setelah sistem Dukcapil berlaku, dimana Polri lebih mudah mengungkap pelaku-pelaku kejahatan terutama kasus terorisme di Tuban, bom Kampung Melayu, hingga kasus bom di Thamrin.

“Saat itu lebih mudah, hanya dalam waktu hitungan menit. Karena sidik jari hingga gambar muka sudah bisa diidentifikasi melalui data Dukcapil. Ini kemajuan luar biasa,” tambah dia, seperti dikutip dari Antara.

Tanpa data Dukcapil, kata Tito mungkin pengungkapan kasus terorisme tersebut akan memakan waktu panjang bahkan hingga berbulan-bulan.

Ia mengemukakan data Dukcapil dapat dikerjasamakan juga dengan pihak lain seperti Kementerian Sosial misalnya untuk menangani masalah Bantuan Sosial (Bansos) lebih tepat sasaran.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional