Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Juda: Masih Berada Situasi Aman

badge-check

					Direktur Eksekutif Kebijakan Departemen Kebijakan Makprudensial Bank Indonesia, Juda Agung. (BERITA.NEWS/Ratih Sardianti Rosi). Perbesar

Direktur Eksekutif Kebijakan Departemen Kebijakan Makprudensial Bank Indonesia, Juda Agung. (BERITA.NEWS/Ratih Sardianti Rosi).

BERITA.NEWS, Makassar – Direktur Eksekutif Kebijakan Departemen Kebijakan Makprudensial Bank Indonesia, Juda Agung mengatakan perlambatan ekonomi cenderung menurun. Namun, masih berada pada situasi yang aman.

“Daya beli masyarakat masih terjaga. Kalau kita lihat hasil-hasil survei dari Bank Indonesia sebenarnya kepercayaan komsumen terhadap rumah tangga sebenarnya masih tinggi,” kata juda.

Lebih lanjut, juda mengatakan bahwa resesi bakal terjadi bila pertumbuhan ekonomi negatif selama 2 triwulan berturut-turut.

“Ini masih jauh dari ancaman resesi, yang namanya resesi itu kalau pertumbuhan ekonomi sudah negatif. Kita masih 5 persen,” imbuhnya.

Oleh karena itu, melalui seminar nasional yang dihelat di Hotel The Rinra, Jalan Tanjung Bunga, Makassar, Rabu (13/11). Bank Indonesia melihat respon terhadap kondisi ekonomi saat ini.

“Kalau semua menunjukkan ekspektasi bahwa perekonomian melambat, tentu saja bank indonesia bisa mengambil langkah-langkah bagaimana untuk mencegah terjadinya perlambatan perekonomian,” bebernya.

Kepala Kantor Persiapan Penyelenggaraan Program Restrukturisasi Perbankan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), R Budi Santoso mengakui, walau pertumbuhan ekonomi melambat, namun pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) masih di atas 7,4 persen.

“Kondisi ekonomis saat ini masih aman, orang masih percaya kepada pihak perbankan,” kata Budi.

Walau terjadi penurunan suku bunga, kata budi, masyarakat tetap saja menabung di bank lantaran tidak memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pihak perbankan.

“Walaupun kurang tapi tidak mempengaruhi kepercayaan masyarakat. Jangan salahkan perbankan, justru dengan turun bunga mestinya dengan turun bunga kreditnya tidak akan turun bahkan bertambah,” pungkasnya.

  • Ratih Sardianti Rosi

Loading

Comments

Baca Lainnya

FGD Pengelolaan Sampah Makassar, DLH Siapkan Skema Sanitary Landfill

19 April 2026 - 20:20 WITA

Tak Lagi Gelap, 40 Lampu Solar Cell Terangi Kepulauan Makassar

19 April 2026 - 15:27 WITA

Panitia Ajak Alumni di Seluruh Indonesia Meriahkan Mubes IKA Unhas

18 April 2026 - 21:55 WITA

Waspada! Nama Wawali Makassar Aliyah Dicatut untuk Penipuan

18 April 2026 - 16:01 WITA

Mensos RI Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat MA 26 Makassar

18 April 2026 - 14:18 WITA

Trending di Makassar