Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Ambon Diguncang Gempa, BNPB: Beberapa Bangunan Rusak

badge-check

					Ilustrasi gempa bumi (net) Perbesar

Ilustrasi gempa bumi (net)

BERITA.NEWS, Jakarta – Gempa magnitudo 5,1 SR terjadi pada Selasa (12/11) di Ambon, Maluku. Gempa ini mengakibatkan kerusakan beberapa bangunan saat aktivitas gempa masih terdeteksi.

Hal ini dikatakan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo.

Dalam laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku yang diterima BNPB per Rabu (13/11), ada beberapa bangunan yang mengalami rusak ringan yaitu Rumah Susun Waiheru di Kecamatan Baguala, gedung Maluku City Mall dan Masjid di Gunung Malintang, Kecamatan Sirimau, kota Ambon.

“Di samping kerusakan bangunan, goncangan juga menyebabkan monumen patung Leo Leimena rusak. Monumen tersebut berlokasi di Kecamatan Baguala, Kota Ambon,” ujar Agus dalam rilis yang diterima di Jakarta pada Rabu (13/11/2019).

Sebelumnya BMKG melaporkan terjadi gempa magnitudo 5,1 SR pukul 19.10 WIT yang berlokasi 16 km selatan Kairatu-Seram Bagian Barat, 30 km timur laut kota Ambon, terjadi di kedalaman 10 km.

Akibatnya sempat terjadi kepanikan warga, khususnya para pasien yang tengah dirawat di RS GPM Ambon. Meski tidak ada korban jiwa secara langsung akibat gempa tapi satu orang meninggal dunia karena serangan jantung pascakejadian tersebut.

Korban yang teridentifikasi bernama Ibrahim Bugis diduga mengalami serangan jantung pascagempa setelah terkejut karena goncangan yang dirasakan di kota Ambon. Demikian dikutip dari Antara.

Sementara itu BNPB sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat terkait gempa 5,1 SR itu, membahas rencana pemberian Dana Tunggu Hunian (DTH) dan cash for work, menurut rilis tersebut.

“BNPB meminta pemberian bantuan tersebut harus dilakukan secara akuntabilitas, terencana dan tersampaikan kepada warga terdampak. DTH hanya diberikan bagi mereka yang rumahnya rusak berat. Sambil menunggu hunian tetap, warga akan mendapatkan kompensasi sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan terhadap ekonomi warga,” ujar Agus.

Sedangkan cash for work diberikan sebagai upaya untuk pemulihan ekonomi warga terdampak. Warga penerima harus terdaftar sebagai penerima bantuan yang kondisi rumahnya rusak berat, rusak sedang, rusak ringan dan permintaan pendampingan TP4D oleh pemda setempat, menurut rilis tersebut.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional