Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Krisis Venezuela: Seorang Demonstran Perempuan Tewas, Puluhan Terluka

badge-check

					Militer Venezuela, berjaga di tengah massa pendukung pemerintah dan kubu opisisi, di Caracas, Rabu (1/5/2019). (Twitter) Perbesar

Militer Venezuela, berjaga di tengah massa pendukung pemerintah dan kubu opisisi, di Caracas, Rabu (1/5/2019). (Twitter)

BERITA.NEWS, Caracas – Seorang perempuan dari kelompok pengunjuk rasa opisisi, ditembak mati dan puluhan lainnya mengalami luka-luka di ibu kota Venezuela, Caracas, Rabu kemarin.

Gas air mata dan meriam air ditembakkan oleh militer di tengah demonstrasi antara kubu oposisi dan pro pemerintah. Perempuan yang tewas tersebut berusia 27 tahun.

Melansir laporan BBC, Kamis (2/5/2019) Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido meminta mereka yang bertanggung jawab atas kematian seorang demonstran bernama Jurubith Rausseo.

“Setiap hari akan ada aksi protes sampai kita mencapai kebebasan kita,” tegas Guaido, dikutip dari The Guardian, Kamis (2/5/2019). “Mereka pikir mereka bisa mencekik protes kami kemarin dan mereka gagal. Kami akan tetap di jalanan sampai Venezuela bebas. “

Baca Juga :  Iran Gulung 35 Orang Jaringan Mata-mata Mossad di Enam Provinsi

Sementara itu, Bapak Guaido, menyerukan serangkaian pemogokan untuk memaksa Presiden Nicolás Maduro melepaskan kekuasaan. Dia mendesak karyawan publik untuk bertindak pada hari Kamis hari dan mengatakan penghentian akan menyebabkan pemogokan massal.

Guaido pada bulan Januari menyatakan dirinya sebagai pemimpin sementara Venezuela, dan dia telah diakui oleh lebih dari 50 negara termasuk AS, Inggris dan sebagian besar negara-negara Amerika Latin.

Tetapi Maduro – yang didukung oleh Rusia, Cina dan para pemimpin militer Venezuela – telah menolak untuk menyerahkan kekuasaan. Presiden menolak saran bahwa ia telah siap untuk melarikan diri dari negara itu dan menuduh AS mengarahkan upaya kudeta. Mereka yang terlibat akan dihukum.

Kekerasan hingga berujung tewasnya seorang demonstran dari anti-pemerintah Venezuela berawal dari demonstrasi yang awalnya berlangsung damai.

Setidaknya 46 orang terluka dalam bentrokan antara pendukung oposisi dan pasukan keamanan di Caracas, Venezuela.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Bikin Resah, Aliansi Keluarga Petani Indonesia Laporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 19:45 WITA

Iran Gulung 35 Orang Jaringan Mata-mata Mossad di Enam Provinsi

17 April 2026 - 05:24 WITA

China Turun Tangan, Dorong Dialog AS-Iran Redam Konflik Timur Tengah

16 April 2026 - 10:20 WITA

Blokade Memanas, Negara Teluk Desak AS Buka Jalur Diplomasi

15 April 2026 - 08:20 WITA

Ngopi Bareng Warga, Kapolrestabes Makassar Serap Aspirasi dan Perkuat Kamtibmas di Tallo

14 April 2026 - 12:07 WITA

Trending di News