Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Jaringan Irigasi Kalaena Dibangun BBWSP Je’neberang Terindikasi Korupsi, Kuras APBN Rp62 Miliar

badge-check

					Proyek pembangunan jaringan irigasi D.I Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Perbesar

Proyek pembangunan jaringan irigasi D.I Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.


BERITA.NEWS, Luwu Timur – Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Je’neberang (BBWSPP) menggenjot pembangunan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Kalaena Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan hingga Desember 2019 mendatang.

Dimana proyek yang menguras APBN 2018 dan 2019 totalnya Rp62 miliar lebih. Meski demikian, kegiatan tersebut menuai sorotan publik sejak pekerjaan awal tahun 2018 dengan anggaran Rp.31.867.911.000. Seperti ditemukan ambruknya beberapa titik jaringan yang dikerjakan oleh PT Herba Sari dan Konsultan Supervisi, PT Bintang Tirta Pratama. 

Sorotan berlanjut pada pekerjaan tahun 2019 yang dimenangkan oleh PT Karya Bangun Sendyko dan konsultan supervisi PT Syafitri Perdana Konsultan. Proyek lanjutan dengan nilai APBN Rp.31.150.865.000 diduga terindikasi tindak pidana korupsi.

“Indikasi sejumlah item yakni bagian mutu beton cetak precast tidak layak quality. Bahkan, tumpukan beton precast banyak yang retak dan patah. Selain iti spesifikasi tidak sesuai analisa,”ungkap Direktur Lembaga Anti Korupsi Sulsel Muhammad Ansar, Sabtu (5/10/2019).

Baca Juga :  ART Curi Perhiasan dan Uang Majikan di Maros Ditangkap di Makassar

Ansar melihat indikasi tindak pidana korupsi begitu jelas yang berdampak adanya kerugian keuangan negara. Perlunya adanya pengawasan ketat oleh pihak BBWSP Je’neberang agar meminimalisir kurangnya kualitas kegiatan.

“Ada sejumlah titik pasangan dinding penahan, proteksi ditemukan pasangan batu sangat tipis tidak sesuai design atau ketebalan 30 cm. Pelaksanaan 10 hingga 15 cm,”jelas Ansar.

Kepala BBWS Pompengan Je’neberang Suparji saat dikonfirmasi via selular belum memberikan klarifikasi perihal proyek tersebut.

Diketahui, pembangunan jaringan irigasi sungai Kalaena diawasi oleh Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah atau TP4D Kejaksaan Tinggi Sulsel.

Loading

Comments

Baca Lainnya

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Kreativitas Tanpa Batas, Warga Binaan Rutan Barru Hasilkan Mebel dan Jasa Cuci Kendaraan

22 April 2026 - 12:27 WITA

ART Curi Perhiasan dan Uang Majikan di Maros Ditangkap di Makassar

22 April 2026 - 09:52 WITA

Intip Sosok Iptu Haryanto, Jabat Kasat Reskrim Takalar

21 April 2026 - 22:27 WITA

Serah terima jabatan Iptu Haryanto sebagai kasat Reskrim Polres Takalar. Foto: Ist.

Mahasiswa Gowa: Inisial BK Disebut “Biang Kerok” Persoalan Daerah

21 April 2026 - 16:13 WITA

Fahim Jenlap Poros Pemuda Berlawan (Pemula) yang melakukan unjuk rasa didepan kantor Bupati Gowa. Foto: Ist
Trending di Daerah