Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Sinjai

Jeritan Daerah ke Presiden! Wabup Sinjai Minta Kebijakan Ini Dikaji Ulang

badge-check

					Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda. [Foto: Istimewa] Perbesar

Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda. [Foto: Istimewa]

BERITA.NEWS, Sinjai — Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, melontarkan peringatan keras kepada pemerintah pusat terkait kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai berpotensi menghambat pembangunan daerah.

Dalam pernyataannya, Rabu (29/4/2026), Andi Mahyanto secara tegas meminta Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut.

Menurutnya, aktivitas pembangunan yang bersumber dari anggaran pemerintah merupakan salah satu motor utama penggerak ekonomi di daerah.

Ia mencontohkan sektor infrastruktur seperti pembangunan jalan dan jembatan yang tidak hanya menghadirkan fasilitas publik, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.

“Jika anggaran terus dipangkas, maka dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat,” ujar Andi Mahyanto dalam unggahan video di akun Facebook pribadinya.

Ia mengungkapkan, kondisi fiskal Kabupaten Sinjai saat ini sudah cukup terbatas. Dengan total APBD sekitar Rp1,1 triliun, sebagian besar anggaran terserap untuk belanja pegawai, termasuk tambahan beban pembayaran gaji PPPK paruh waktu.

Baca Juga :  Heboh! Oknum ASN Pemkab Sinjai Asyik Live TikTok di Kantor Saat Jam Kerja, Ini Kata Sekda

Situasi tersebut, kata dia, membuat ruang fiskal untuk pembangunan semakin sempit. Bahkan, jika terjadi pemangkasan anggaran hingga Rp200 miliar, maka pemerintah daerah akan menghadapi tekanan yang sangat berat.

“Kalau anggaran kembali dikurangi, misalnya sampai Rp200 miliar, tentu akan sangat berat bagi kami. Lalu dengan kondisi seperti ini, apa yang bisa kami gunakan untuk membangun daerah?” tegasnya.

Andi Mahyanto juga menyoroti masih banyaknya infrastruktur di daerah yang membutuhkan perbaikan segera. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama yang sulit dihindari.

Ia pun berharap pemerintah pusat dapat melihat kondisi riil di daerah sebelum menerapkan kebijakan efisiensi anggaran secara menyeluruh.

Menurutnya, keseimbangan antara efisiensi dan kebutuhan pembangunan menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga.

Selain itu, ia mendorong adanya ruang dialog antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna membahas kebijakan tersebut secara bersama.

“Harapannya, pemerintah pusat bisa mengundang pemda untuk duduk bersama dan mendiskusikan kebijakan ini, agar ada solusi yang tidak merugikan daerah,” pungkasnya.

 

Penulis: Thatang

Loading

Comments

Baca Lainnya

71 Warga Sinjai Terima Bantuan Atensi Rp2 Juta, Kemensos Jelaskan Skema Pembelanjaan

29 April 2026 - 20:44 WITA

bantuan atensi

Dari Aspirasi ke Aksi! Anggota DPRD Sulsel Heriwawan Salurkan Bantuan Nyata untuk Masjid di Sinjai

28 April 2026 - 22:13 WITA

bantuan

Heboh! Oknum ASN Pemkab Sinjai Asyik Live TikTok di Kantor Saat Jam Kerja, Ini Kata Sekda

28 April 2026 - 19:50 WITA

oknum asn

Data Keterbukaan Informasi Publik Meningkat, Transparansi Dipertanyakan? Ini Pesan Tegas Sekda Sinjai

27 April 2026 - 23:31 WITA

informasi publik

Momen Penting di Sinjai! 75 Calon Bintara Diuji Mental dan Karakter, Kapolres: Jangan Sia-siakan

27 April 2026 - 22:20 WITA

bintara
Trending di Sinjai