BERITA.NEWS,Makassar- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hidayana singgung soal banyaknya pihak yang protes soal besaran gaji tim cuci piring dapur SPPG lebih tinggi dibandingkan Guru Honorer tiap bulannya.
Hal ini sampaikan Dadan Hindayana saat menghadiri peresmian SPPG milik Yayasan Metavisi Akademik Nusantara Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kota Makassar. Selasa (28/4/2026).

Secara lugas, Kepala BGN Dadan mengklaim tingkat kesejahteraan para pencuci ompreng yang bekerja di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih tinggi dibanding para Guru Honorer, secara pendapatan bulanan.
“Membayar relawan yang besarannya antara Rp 2,4 sampai Rp 3,5 juta makanya kita diprotes banyak pihak, lebih tinggi gaji relawan tim cuci piring nya dari pada gaji honorer guru karena yang rata-rata Rp 600 ribu, Rp 800 ribu,” ucapnya.
Menurut Dadan program ini juga telah memberikan dampak nyata dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia, termasuk pengangguran.
“Angka kemiskinan ekstrem sudah menurun karena hampir yang bekerja di sppg berasal dari desil 1 dan 4 yang pendapatannya dibawa Rp 1,5 juta jadi sudah berkontribusi pada penurunan kemiskinan ekstrem,” ungkapnya.
Ia memperkuat argumennya dengan laporan yang diterima dari beberapa pemerintah daerah, seperti DKI Jakarta dan Pemda Jambi terkait dampak positif hadirnya program MBG di tengah masyarakat.
“DKI Jakarta, Gini Rasionya menyempit karena kehadiran program Makan Bergizi Gratis. Saya dapat laporan dari Jambi juga angka pengangguran menurun, gini rasionya menyempit karena uang itu akan beredar di daerah,” tuturnya.
Diketahui, Badan Gizi Nasional sebagai lembaga kementerian yang baru dibentuk telah menjadi Badan yang paling banyak mengelola Anggaran di tahun ini, total tercatat Rp 268 Triliun untuk membiayai Program Makan Bergizi Gratis.
![]()





























