BERITA.NEWS, Beijing – Pemerintah China menyatakan dukungan terhadap rencana Amerika Serikat untuk melanjutkan perundingan dengan Iran guna meredakan konflik di kawasan Timur Tengah. Beijing menilai upaya diplomasi menjadi kunci utama dalam menghentikan eskalasi yang berpotensi meluas.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa pihaknya menyambut setiap langkah yang dapat membuka jalan menuju perdamaian. Ia juga mengapresiasi peran Pakistan dalam memfasilitasi gencatan senjata sementara antara Washington dan Teheran.

“Semua inisiatif yang mendukung penghentian konflik patut didukung, termasuk upaya mediasi yang dilakukan secara adil dan seimbang,” ujar Guo dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (15/4/2026) waktu setempat.
Dalam kesempatan terpisah, Presiden Xi Jinping disebut telah menyampaikan empat prinsip utama untuk menjaga stabilitas kawasan saat bertemu Putra Mahkota Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan dari Uni Emirat Arab.
Keempat prinsip tersebut mencakup pentingnya hidup berdampingan secara damai, penghormatan terhadap kedaulatan negara, penegakan hukum internasional, serta keseimbangan antara pembangunan dan keamanan.
Menurut Guo, pendekatan tersebut mencerminkan konsistensi sikap China dalam mendorong gencatan senjata dan dialog sebagai solusi utama menyelesaikan konflik. Beijing juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan komunitas internasional demi memulihkan stabilitas kawasan secepat mungkin.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah serangan yang dilancarkan AS bersama Israel terhadap sejumlah target di Iran pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran yang menyasar wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan.
Upaya perundingan sempat dilakukan di Islamabad pada 11 April 2026, namun tidak membuahkan hasil. Delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dilaporkan kembali tanpa kesepakatan.
Situasi semakin memanas setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan blokade terhadap Selat Hormuz, salah satu jalur vital perdagangan energi dunia. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada 13 April 2026.
Meski demikian, peluang diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Trump menyatakan bahwa putaran lanjutan negosiasi dengan Iran berpotensi kembali digelar dalam waktu dekat di Pakistan.
Ia menegaskan bahwa pemerintahannya menginginkan kesepakatan besar yang mencakup normalisasi hubungan ekonomi, dengan syarat Iran menunjukkan sikap sebagai negara yang patuh pada norma internasional.
Perkembangan ini menempatkan jalur diplomasi sebagai harapan terakhir untuk mencegah konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
![]()




























