Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

KPUD Kota Makassar Siapkan Rp78 M Sukseskan Pilwakot 2020

badge-check

					Komisioner KPU Kota Makassar Endang Sari. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul). Perbesar

Komisioner KPU Kota Makassar Endang Sari. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul).

BERITA.NEWS, Makassar – Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar 2020. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) terima dana hibah penyelenggaraan pemilu sebesar Rp 78 Miliar dari Pemkot Makassar.

Komisioner KPU Kota Makassar, Endang Sari mengatakan. Pemkot sepakati Rp 78 Miliar dari Rp 98 Miliar yang diusul. Meski begitu, ia menyebut jumlah tersebut sudah mencukupi.

“KPU Makassar sudah melakukan penyesuaian dan pengurangan dari jumlah pengajuan awal Rp 96 M menjadi Rp 78 M,” saat dikonfirmasi via telepon. Rabu (2/10/2019).

Menurutnya, Anggaran tersebut adalah hasil kajian bersama Pemkot. Kata Endang Angka Rp 78 miliar. Pihaknya tetap akan lakukan penyesuaian. Seperti pengurangan dengan memangkas biasa sosialisasi.

Baca Juga :  Mensos RI Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat MA 26 Makassar

“Kami memangkas biaya sosialisasi dari semula 10 M menjadi Rp 3 M, menghilangkan anggaran PSU yang sebenarnya sangat krusial, mengurangi jumlah TPS, dan memotong anggaran pencalonan, dan lain-lain,” ujarnya.

Lebih lanjut Endang mengatakan, ada  beberapa bagian anggarannya tidak bisa di hilangkan atau dikurangi. Alasannya bisa berdampak pada kualitas Pilkada. Seperti data, penyelenggaraan teknis, dan logistik.

“Kurangi anggaran dan kuantitas Bimtek di tingkat PPS dan KPPS berdampak lemahnya pemahaman penyelenggara Adhoc. Memangkas biaya pemuktahiran data bisa berimbas efektifitas petugas lapangan. Begitu pula jika kurangi biaya logistik berpengaruh pada ketersediaan dan kualitas logistik,” ungkapnya.

Diketahui, untuk anggaran Rp 78 Miliar tersebut. Porsi terbesarnya pada honorarium penyelenggara adhoc, sekitar Rp 20,9 M. Pengadaan dan distribusi logistik sekitar Rp 8 M, sosialisasi Rp 3 M,  pemutakhiran data Rp 5,5 M.

  • Andi Khaerul

Loading

Comments

Baca Lainnya

FGD Pengelolaan Sampah Makassar, DLH Siapkan Skema Sanitary Landfill

19 April 2026 - 20:20 WITA

Tak Lagi Gelap, 40 Lampu Solar Cell Terangi Kepulauan Makassar

19 April 2026 - 15:27 WITA

Panitia Ajak Alumni di Seluruh Indonesia Meriahkan Mubes IKA Unhas

18 April 2026 - 21:55 WITA

Waspada! Nama Wawali Makassar Aliyah Dicatut untuk Penipuan

18 April 2026 - 16:01 WITA

Mensos RI Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat MA 26 Makassar

18 April 2026 - 14:18 WITA

Trending di Makassar