Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Peristiwa

Misteri Jasad Mengapung di Laut Sumbawa Terungkap! Korban Nelayan Asal Sinjai yang Hilang Saat Cuaca Ekstrem

badge-check

					Persiapan Pemberangkatan Jenazah kemudian Menuju rumah duka di wilayah Lombok Timur untuk diserahkan kepada keluarga. [Foto: Ist/ Humas Polres Sumbawa] Perbesar

Persiapan Pemberangkatan Jenazah kemudian Menuju rumah duka di wilayah Lombok Timur untuk diserahkan kepada keluarga. [Foto: Ist/ Humas Polres Sumbawa]

BERITA.NEWS, Sinjai — Misteri penemuan jasad laki-laki yang mengapung di perairan Tanjung Menangis, Kelurahan Brangbiji, Kecamatan Sumbawa, akhirnya terungkap.

Sosok tersebut diketahui bernama Amiruddin (54), seorang nelayan asal Kabupaten Sinjai yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat kecelakaan laut saat cuaca ekstrem di perairan Kaliantan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

Penemuan jasad itu sempat menggegerkan warga pesisir. Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Supardi (44), warga Desa Labuan Sumbawa, pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

Saat itu Supardi sedang memancing di sekitar lokasi kejadian. Namun aktivitasnya mendadak berubah mencekam ketika melihat sesosok tubuh manusia mengapung di tengah laut.

“Awalnya saya kira benda biasa yang hanyut. Tapi setelah didekati, ternyata mayat laki-laki. Saya langsung melapor ke pihak kepolisian,” ujar Supardi saat dimintai keterangan oleh polisi.

Mendapat laporan tersebut, aparat gabungan dari Polres Sumbawa segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini melalui Kasat Reskrim IPTU Andy Nur Rosihun Alfajri menjelaskan bahwa tim yang turun ke lokasi terdiri dari personel Sat Polairud, Sat Reskrim, SPKT, tim identifikasi, serta petugas medis dari Puskesmas Labuan Badas.

Sekitar pukul 15.00 Wita, tim Sat Polairud berhasil mengevakuasi jasad dari perairan. Jenazah kemudian dibawa ke Pantai Goa, Kecamatan Labuan Badas sekitar pukul 16.20 Wita sebelum dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Sumbawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Hasil visum luar menunjukkan korban laki-laki berusia di atas 50 tahun dan diperkirakan telah meninggal lebih dari satu minggu,” jelas IPTU Andy, Rabu (11/3/2026) malam dikutip Berita.News dari samawarea.com.

Menurutnya, kondisi tubuh korban sudah mengalami pembengkakan dan pembusukan sehingga wajahnya tidak lagi dapat dikenali.

Bahkan bola mata korban sudah tidak ada dan beberapa bagian tubuh mengalami kerusakan akibat gigitan ikan atau binatang laut.

“Meski kondisi jenazah sudah rusak akibat proses pembusukan di laut, kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkapnya.

Identitas korban akhirnya terungkap setelah pihak kepolisian menerima informasi dari Polres Lombok Timur terkait laporan orang hilang akibat kecelakaan laut di perairan Kaliantan pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 17.30 Wita.

Polisi kemudian mengirimkan foto jenazah kepada pihak Polres Lombok Timur untuk proses identifikasi oleh keluarga.

Keluarga korban akhirnya mengenali Amiruddin dari pakaian yang dikenakannya, yakni kaos hitam bergambar boneka dengan tulisan “Broken Home”.

Korban diketahui lahir di Sinjai pada 14 Agustus 1971 dan merupakan nelayan yang berdomisili di Jalan Kepiting RT 003 RW 002, Desa Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.

Setelah proses identifikasi selesai, petugas membersihkan dan mengkafani jenazah sebelum dimasukkan ke dalam kantong jenazah.

Sekitar pukul 00.00 Wita, Rabu (11/3/2026), jenazah kemudian diberangkatkan menggunakan ambulans menuju rumah duka di wilayah Lombok Timur untuk diserahkan kepada keluarga.

“Kami memastikan korban merupakan nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat kecelakaan laut yang dipicu cuaca ekstrem. Tidak ada indikasi tindak pidana dalam kejadian ini,” tegas IPTU Andy.

Pihak keluarga kemudian memakamkan Amiruddin pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 Wita dengan suasana duka mendalam.

Seorang kerabat korban menyampaikan rasa haru sekaligus kesedihan setelah penantian panjang selama beberapa hari.

“Kami sudah berharap ada kabar sejak beliau hilang di laut. Walaupun akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal, setidaknya keluarga bisa memakamkan beliau secara layak,” ungkap salah satu anggota keluarga korban.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Api Melalap 4 Rumah di Sinjai Saat Dini Hari, Kerugian Capai Rp500 Juta

13 April 2026 - 05:33 WITA

damkar-sinjai

Diteror Usai Ungkap Dugaan Mafia BBM Subsidi, Jurnalis di Sinjai Dihadang OTK

12 April 2026 - 22:20 WITA

bbm-subsidi

Drama Kamar Kos di Selayar: Dari Rencana Perbaikan Pipa Hingga Hilangnya Emas 13 Gram

11 April 2026 - 17:16 WITA

kamar kos

Tangis Pecah Jelang Magrib, Begini Kronologi Petani di Sinjai Meninggal Usai Disambar Petir

9 April 2026 - 20:03 WITA

tersambar petir

Tragedi di Tengah Sawah, Kahar Warga Sinjai Selatan Tewas Saat Cuaca Ekstrem, Diduga Tersambar Petir

9 April 2026 - 19:44 WITA

tersambar petir
Trending di Peristiwa