BERITA.NEWS, Sinjai — Malam yang semula tenang di Dusun Barang I, Desa di Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, mendadak berubah mencekam.
Kobaran api tiba-tiba membumbung tinggi, menerangi langit Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 20.00 WITA.

Kebakaran tersebut melanda rumah milik P. Sokku (70), seorang petani setempat.
Dua bangunan, masing-masing rumah batu dan rumah panggung kayu, tak mampu diselamatkan dari amukan si jago merah.
Asap pekat pertama kali dilihat oleh seorang warga bernama Rahman.
Ia melihat kepulan asap dan api muncul dari bagian dapur rumah korban.
“Saya lihat asap tebal, lama-lama api membesar dari arah dapur. Kami langsung panik dan berteriak minta tolong,” ungkap Rahman kepada warga sekitar.
Warga berupaya membantu dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait agar api tidak semakin meluas ke rumah lainnya.
Api diduga bermula dari korsleting listrik di dapur rumah batu.
Dalam waktu singkat, kobaran api membakar seluruh bagian rumah batu sebelum akhirnya menjalar ke rumah panggung kayu di sampingnya.
Tak butuh waktu lama, api membesar dan melahap hampir seluruh bangunan.
Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Sinjai tiba di lokasi sekitar pukul 20.30 WITA setelah menerima laporan dari masyarakat.
Kasat Pol PP dan Damkar Sinjai, Agung Budi Prayogo, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat begitu laporan masuk.
“Begitu kami menerima informasi dari warga, dua unit mobil Damkar langsung kami kerahkan menuju lokasi. Personel bergerak cepat untuk mengantisipasi agar api tidak merembet ke rumah warga lainnya,” ujar Agung.
Ia menambahkan, kondisi akses dan kebutuhan air menjadi tantangan tersendiri saat proses pemadaman berlangsung.
“Kami melakukan penyemprotan intensif di titik api utama, khususnya di bagian dapur yang menjadi sumber awal kebakaran. Setelah api berhasil dipadamkan, kami lanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang bisa memicu kebakaran ulang,” jelasnya.
Menurutnya, petugas masih sempat melakukan siaga di lokasi guna menunggu tambahan pasokan air dan memastikan situasi benar-benar aman.
“Unit Damkar tetap standby di lokasi beberapa waktu untuk memastikan api benar-benar padam total dan tidak ada potensi munculnya titik api baru,” tegas Agung.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun kerugian materiil yang dialami korban cukup besar.
Dua unit rumah dilaporkan terbakar, uang tunai sebesar Rp10 juta hangus, serta 40 karung padi ikut dilalap api. Total kerugian ditaksir mencapai Rp120 juta.
Agung Budi Prayogo mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik.
“Kami mengingatkan warga agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing, terutama pada bagian dapur yang rawan terjadi beban berlebih. Kebakaran akibat korsleting masih menjadi penyebab dominan di wilayah kita,” katanya.
Ia juga mengapresiasi respon cepat warga yang segera melaporkan kejadian tersebut.
“Kesigapan masyarakat melaporkan kejadian sangat membantu kami dalam mempercepat penanganan. Semakin cepat laporan masuk, semakin besar peluang meminimalisir kerugian,” tutupnya.
Kini, lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan kondusif. Namun bagi P. Sokku, malam itu menjadi malam yang tak akan pernah ia lupakan ketika api menghanguskan rumah sekaligus harapan yang selama ini ia bangun bertahun-tahun.
![]()





























